| | | SENI HIB, 15-Mei-2008 12:20:57 WIB | | | Barokallah buat Hidayat-Diana | Hidayat Nur Wahid, Ketua MPR untuk kedua kalinya menikah dengan dr. Diana Abbas Thalib, janda keturunan Arab yang dikenalnya secara singkat.
Komitmennya untuk hidup sederhana telah ditunjukkan sejak aktif sebagai mahasiswa di Madinah. Ia kerap bermain bola di tengah terik matahari, sambil bertelanjang dada bersama teman-teman. Hidayat kembali mendemonstrasikan kesederhanaannya ketika memimpin Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kemana-mana ayah empat orang anak—Inayati Dzil Izzati, Ruzaina, Alla Khairi, dan Hubaib Shidiqi hasil perkawinannya dengan istri pertamanya Kastian Indrawati.
(alm)—ini hanya mengenakan baju batik dan peci.
Tampilan sederhana kembali mengemuka ketika Hidayat melangsungkan pernikahan keduanya dengan Diana, yang juga merupakan pernikahan keduanya. Bertempat di Sasono Utomo di Kompleks Taman Mini Indonesia (TMII) Minggu (11 Mei), pernikahan itu digelar.
Puluhan kembang ucapan selamat bertebaran di depan, belakang, kiri dan kanan, areal perkawinan tersebut. Mulai dari Presiden dan Wapres, para menteri, DPR, MPR, pengusaha, politisi, pengamat, hingga kader-kader PKS, secara teratur mengucapkan selamat. “Barokallahu laka, wa baroka alaika, wa jama’a bainakuma fii khoir...,” begitu para tamu melantunkan doa.
Kedua mempelai memilih memakai pakaian adat Melayu atau biasa disebut baju kurung Teluk Belanga dengan warna keemasan, tanpa ganti kostum.
Demikian pula dengan menu yang disajikan. Yang agak khas, barangkali, hanya daging kambing yang dimasak ala Maroko dan barbaeku Korea. Selebihnya adalah sajian yang umum ditemui seperti sate ayam, steak, dan sup. Selain itu masih ada menu lokal seperti nasi liwet dan selat khas Solo.
Serba sederhana
Kesan sederhana juga tampak dari cenderamata yang diberikan kepada para tamu: hiasan kupu-kupu dalam kotak atau sajadah sangat kecil. Dari penelusuran, hiasan kupu-kupu dipesan dari perajin di Jogjakarta sebanyak seribu buah dengan harga satuan Rp5.000.
“Pak HNW memang ingin yang sederhana, yang penting nuansa Islami, dan bisa berbagi (kebahagiaan) dengan yang lain,” ujar Hartono, humas DPP PKS untuk MPR.
Wujud dari keinginan berbagi tersebut dibuktikan dengan mengundang 350 anak yatim piatu dari sejumlah panti asuhan di Bekasi dan Jakarta. Hidayat saat memberikan keterangan kepada wartawan usai akad nikah sempat melontarkan doa.
“Saya ingin kebahagiaan ini memantul kepada teman-teman. Bagi yang belum menikah, semoga segera menikah,” kata pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah, yang serentak disambut bacaan amin serentak oleh wartawan.
Tidak hanya itu. Pesta pernikahan Hidayat juga menjadi ajang untuk menunjukkan bahwa dia adalah pejabat yang bersih. Hal itu ditunjukkan dengan sikapnya berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang amplop yang diterima dari para undangan.
Sesuai dengan peraturan, Hidayat yang sejak 22 Januari lalu ditinggal mati isterinya, mematuhi aturan KPK bahwa besaran uang dalam amplop yang diterima tidak boleh melebihi Rp1 juta. Jika melebihi, uang itu dianggap sebagai gratifikasi yang harus dilaporkan ke negara, dan itu dibuktikan.
Lantas, berapa kira-kira anggaran yang dihabiskan dalam resepsi Hidayat-Diana? Hartono mengatakan, harga pakaian pengantin yang dikenakan kedua mempelai tidak lebih dari Rp 10 juta. Adapun sewa gedung sekitar Rp29 juta dengan segala dekorasinya menghabiskan Rp40 juta. Fantastis.
Bandingkan dengan biaya pernikahan sejumlah artis, anak pengusaha, pejabat negara lain, yang bisa mencapai miliaran rupiah. Bahkan artis Roger Dhanuarta menggelar resepsi ulang tahun memakan biaya hingga Rp1,5 milar, atau bandingkan pernikahan anak konglomerat Sudono Salim dengan anak Samadikun Hartono dengan menggelar pesta pulau tujuh hari tujuh malam.(Djoni Edward) |
|
|
|