Make this site your Homepage Add to Favorites
Pencarian berita  
Jumat, 29 Agustus 2008
 
PERISTIWA, 24-Jul-2008 09:41:59 WIB
_ Versi cetak _ Versi PDF
Ponakan & sepeda motor bibi menghilang
  Berita Lainnya
Rampok berpistol gagal gasak motor
Hasil penertiban DLLAJ dua hari, 28 angkot ditilang
Polda Jabar musnahkan 4.723 dus jamu ilegal
CITAYAM, MONDE: Sri Rahayu (36) kelimpungan. Keponakannya yang baru saja datang dari Tuban, Jawa Timur, raib entah ke mana bersama motor Suzuki Smash Arashi miliknya sejak hari Minggu (20/7).

Dikisahkan Sri kepada Monde, Pendi (23) yang merupakan anak dari kakaknya, datang berlibur dari kampung halamannya di Tuban ke Citayam, Depok sejak dua minggu lalu.

Ponakannya itu baru saja lulus SMA. “Dia ke Depok bukan untuk menetap dan mencari kerja, tapi hanya main mengisi liburan,” katanya.

Hari demi hari masa liburnya dihabiskan dengan bermain kesana kemari, terkadang naik motor terkadang naik mobil angkot. Pendi juga mulai bergaul dengan pemuda sekitar rumah bibinya.

Petaka mulai datang Minggu (20/7) sore menjelang malam. “Kira-kira selepas maghrib, Pendi berantem dengan orang kampung. Nggak ampe ribut besar sih, cuman perang mulut aja,” kata Sri.

Namun persoalan apa yang memicu keributan, Sri mengaku tidak mengetahuinya. “Tengah malam, sekitar jam dua belasan Pendi keluar make motor. Bilangnya sih mau ke Depok,” Sri mengenangkan.

Karena kunci motor itu tak pernah di simpan—selalu tergantung di motor, Pendi tidak mengalami kesulitan mengeluarkannya.

Semalaman Pendi tak kunjung pulang. Sri yang sehari-harinya untuk berjualan sayur di Pasar Minggu masih berharap, ponakannya segera kembali. Namun, hingga keesokan harinya, Pendi tak kunjung memperlihatkan batang hidungnya. Sri mulai kasak-kusuk mencari informasi kesana-kemari.

“Awalnya saya sempat berpikir, jangan-jangan dia pergi pulang ke Tuban bawa motor. Saya telpon saudara yang di kampung, ternyata tidak ada,” tutur warga Kp. Sawah Indah RT 03/08 Kelurahan Citayam, Pancoran Mas itu.

Kekhawatiran Sri mulai memuncak, hingga Senin (21/7) ponakannya tak diketahui di mana rimbanya. “Saya kan jadi bingung. Entah dia nyasar, atau kenapa-napa di jalan.”

Penantian yang tidak membuahkan hasil itu, akhirnya membulatkan tekad Sri untuk melaporkan kejadian itu ke Mapolres Depok.(Wenri Wanhar)

^^ Kembali ke atas

Copyright © PT. Aksara Depok Makmur (Penerbit Skh. Monitor Depok), November 2004 - 2008. v1