Make this site your Homepage Add to Favorites
Pencarian berita  
Minggu, 12 Oktober 2008
 
OPINI, 07-Ags-2008 08:27:16 WIB
_ Versi cetak _ Versi PDF
Motif lain di balik pembocoran rekaman itu...
  Berita Lainnya
Krisis global dan potensi rugi Jamsostek
Koperasi bergerak tanpa inovasi
Hadapi gejolak dengan ekonomi kerakyatan
Selama tiga tahun, Kantor Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum banyak berubah. Terpojok antara warung telekomunikasi (wartel) dan ruangan Pusat Komunikasi Publik di Lantai 7 Gedung Karya, Departemen Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Kemarin, pusat investigasi kecelakaan transportasi itu kian terpojok setelah sekitar 15 wartawan media cetak dan elektronik mendatangi kantor tersebut.

Tujuannya satu, mencari tahu kebenaran isi rekaman percakapan terakhir pilot dan kopilot AdamAir yang beredar luas di Internet. Isi percakapan yang diperdengarkan pula di sejumlah televisi swasta nasional secara berulang, diduga mirip kepunyaan kotak hitam pesawat AdamAir PK-KKW yang jatuh di perairan Majene, Sulawesi Barat, 1 Januari 2007.

“Kami hanya memastikan bahwa rekaman yang beredar kontradiktif dan tidak akurat. Rekaman asli kotak hitam terputus di ketinggian 9.920 kaki,” kata Tatang Kurniadi, Ketua KNKT.

Tatang, kelahiran Bandung, 3 April 1946, adalah mantan Kepala Dinas Keselamatan Terbang dan Kerja TNI Angkatan Udara serta pernah menjadi anggota DPR Komisi II Fraksi TNI/Polri pada 2004. Pangkat terakhirnya marsekal muda TNI.

Menurut Tatang, terdapat sejumlah perbedaan suara rekaman kotak hitam yang beredar di Internet dan televisi dengan rekaman suara asli.

Suara gedebuk keras pada akhir durasi jelas berbeda dengan fakta bahwa rekaman hilang pada saat pesawat berada pada ketinggian 9.920 kaki. Belum lagi durasi rekaman yang beredar di Internet hanya lima menit 38 detik, sementara rekaman asli sepanjang 32 menit 34 detik.

Kini, isi rekaman asli percakapan di kokpit atau biasa disebut cockpit voice recorder (CVR) masih tersimpan rapi di National Transportation Safety Board (NTSB) Washington DC, Amerika Serikat.

“Disimpan di situ karena Indonesia belum memiliki alat pembaca kotak hitam sendiri,” ucap Tatang.

Salinan aslinya ada empat buah. Satu salinan dalam bentuk pita dan tiga salinan lain dalam bentuk compact disk atau CD.

Salinan dalam bentuk pita dan dua buah salinan bentuk CD disimpan di KNKT, sementara satu lainnya disimpan dalam brankas Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal.

Selain diperiksa di AS, rekaman tersebut sempat diperiksa kembali di laboratorium Institut Teknologi Bandung (ITB), tapi setelah itu langsung dihancurkan. Memang ada rekaman yang disimpan di beberapa komputer milik investigator in charge dan server KNKT. Sayangnya, staf dan investigator KNKT banyak yang kecurian komputer dan laptop mereka.

Komputer raib

Setidaknya tujuh unit komputer dan laptop raib. Server KNKT pun sempat di-hack.

“Namun, jika sampai ada kebocoran, itu bisa terjadi di dalam negeri atau di luar negeri,” ungkap Tatang.

Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal juga tidak percaya rekaman yang beredar di Internet itu otentik. Jika diamati secara seksama, ujarnya, rekaman itu dibuat sedemikian rupa atau mirip dengan transkrip milik KNKT yang sudah dipublikasikan di situs resmi Dephub.

Apakah ada upaya counter dari pemerintah karena telah dirugikan atas beredarnya rekaman tersebut? Menhub hanya menegaskan kembali bahwa rekaman pembicaraan tersebut palsu.

“Contoh mudahnya adalah ada suara seolah-olah ATC bisa masuk, padahal mana bisa suara ATC masuk. Kedua, suasana kokpit sepertinya gaduh, yang sebenarnya tidak. Bisa dilihat mana yang benar dan mana yang tidak,” ujarnya.

Apa pun alasannya, penyebarluasan isi rekaman kotak hitam itu jelas dilarang.

Alan Stray, investigator senior dari Australian Transport Safety Bureau (ATSB) Australia, mengatakan rekaman isi percakapan di kokpit hanya untuk konsumsi investigasi.

Hanya tim investigator yang boleh mendengar segala percakapan dan kejadian di kokpit pesawat yang mengalami kecelakaan untuk keperluan penyelidikan. “Ada aturan internasional yang mengikat, rekaman tersebut jika diperdengarkan juga melanggar kode etik profesi pilot,” cerita Stray.

Stray bertugas di Indonesia dalam rangka membantu memperbaiki kinerja KNKT. Dia merupakan Leader for Indonesian Transport Safety Assistance Project and Investigator di program bantuan itu.

Bantuan ATSB bukan tanpa alasan. Hasil audit International Civil Aviation Organization (ICAO) dalam Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP) menyebutkan KNKT memiliki 16 pekerjaan rumah. Salah satunya, KNKT dituntut memiliki investigator tetap bukan hanya investigator paruh waktu.

Lantas apa motif dibalik beredarnya isi rekaman yang mirip CVR milik pesawat AdamAir PK-KKW? “Ada tiga alasan; iseng, ada niat-niat tertentu, atau ingin mendiskreditkan KNKT, investigator dan Ketua KNKT,” kata Tatang.

^^ Kembali ke atas

Copyright © PT. Aksara Depok Makmur (Penerbit Skh. Monitor Depok), November 2004 - 2008. v1