| | | KABAR JIRAN, 07-Ags-2008 08:33:13 WIB | | | Ba’asyir dirikan organisasi baru | YOGYAKARTA, MONDE: Para pengurus Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) belum memutuskan menerima atau tidak pengunduran diri Abu Bakar Ba’asyir selaku Amir MMI.
Sikap pengurus secara resmi akan disampaikan pada Kongres 3 MMI di Yogyakarta 9-10 Agustus mendatang. Hal itu disampaikan Ketua Ladjnah Tanfidziyah MMI, Irfan Awwas di kantor MMI, Jl Karanglo Kotagede, Yogyakarta, kemarin.
“Memang menjadi tanda tanya, kenapa berita pengunduran diri itu muncul di internet. Padahal pada tanggal 13 Juli 2008, Ustad Baasyir menyampaikan secara lisan ingin mengundurkan diri dari MMI. Tapi putusan itu disetujui atau tidak, disepakati untuk disampaikan di kongres,” kata Irfan.
Irfan mengatakan semua anggota ahlul halli wal aqdi (ahwa), termasuk Ba’asyir, diundang dalam kongres. Namun soal Baasyir akan datang atau tidak, Irfan menyatakan tidak tahu.
“Kita tak tahu hal itu, alasan-alasan secara detil kenapa beliau mengundurkan diri. Alasan-alasan yang relevan mestinya disampaikan di kongres nanti. Pernyataan yang beredar itu di luar keputusan atau komitmen bersama dalam keputusan ahwa tanggal 13 Juli,” kata Irfan.
Saat disinggung soal kekecewaan Ba’asyir terhadap organisasi MMI, Irfan menilai itu merupakan hal yang wajar. Menurutnya, semua orang yang belum berhasil dalam perjuangannya akan kecewa.
Setelah resmi keluar dari MM, Abu Bakar Ba’asyir akan mendirikan organisasi baru yang dianggapnya lebih sesuai dengan aturan Islam. Organisasi ini didirikan bersama aktivis muslim yang merasa MMI telah menyalahi aturan.
Menurut Ba’asyir, organisasi yang akan menganut tuntunan sunah Nabi yang sebenarnya, yaitu seorang amir (pimpinan tertinggi) adalah pengambil keputusan tunggal.
“Sesuai sunah Nabi SAW, sebuah organisasi harus menganut konsep al-jamaah wal imamah.” |
|
|
|