| | | KABAR JIRAN, 24-Jul-2008 09:07:41 WIB | | | Hasil perhitungan LSI KARSA unggul di Pilgub Jatim | SURABAYA, MONDE: Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA merilis pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) unggul dengan 26,29 % suara, sedangkan Lembaga Survei Independen (LSI) pimpinan Syaiful Mujani mencatat pasangan Karsa mendapat 27,03 % dalam Pilgub Jatim.
Pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) merupakan pasangan cagub cawagub yang diusung Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera. Suara Karsa masih susul menyusul dengan pasangan lainnya.
“Hingga pukul 15.00 WIB, kami sudah menghimpun 91 % data dari 400 TPS (tempat pemungutan suara) yang kami jadikan sampel,” kata peneliti LSI pimpinan Denny JA, Darma, kemarin seperti ditulis Antara.
Peringkat berikutnya, pasangan Khofifah-Mudjiono (KaJi) dengan 25,12 %, pasangan Sutjipto-Ridwan (SR) dengan 21,39 %, pasangan Soenaryo-Ali Maschan dengan 19,55 %, dan Achmady-Suhartono meraih hanya 7,65 %.
Data yang hampir sama juga dirilis LSI pimpinan Syaiful Mudjani, melalui hitung cepat hingga pukul 15.00 WIB yang memposisikan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf mendapat 27,03 %.
“Untuk pasangan Khofifah-Mudjiono mendapat 25,07 %, pasangan Sutjipto-Ridwan mendapat 21,19 %, pasangan Soenaryo-Ali Maschan Moesa mendapat 18,97 %, dan pasangan Achmady-Suhartono mendapatkan 7,74 %,” kata peneliti LSI pimpinan Syaiful Mujani, Adam Kamil.
Survei dengan selisih tipis juga dilansir harian Kompas, radio Suara Surabaya (SS), SCTV, dan media online milik ketiganya.
Hingga pukul 15.43 WIB, data yang dihimpun pada 218 TPS dari 400 TPS yang menjadi sampel mencatat, pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf unggul 26,24 %.
Peringkat berikutnya, pasangan Khofifah-Mudjiono mendapat 25,88 %, pasangan Sutjipto-Ridwan dengan 21,94 %, pasangan Soenarjo-Ali Maschan Moesa dengan 17,99 %, dan pasangan Achmady-Suhartono hanya 7,93 %.
Berdasarkan hasil hitung cepat sementara itu, tidak ada satu pasanganpun yang memperoleh 30 % suara, sehingga Pilgub Jatim bisa berlangsung dalam dua putaran, dimana peraih suara terbanyak pertama dan kedua, maju pada putaran kedua.
Sementara itu, Ketua Umum PAN Sutrisno Bachir gelisah. Berkali-kali dirinya mengusap wajah untuk sekedar menghilangkan rasa cemas menunggu hasil perhitungan cepat pilkada Jatim.“Waduh berat, berat. 30% saja belum sampai.”
SB mengaku lelah bila harus melalui putaran kedua untuk memenangkan pilkada. Menurut dia, bila harus dua kali putaran akan menghabiskan tenaga, dana, dan pikiran. |
|
|
|