| | | KABAR JIRAN, 15-Mei-2008 12:54:0 WIB | | | Aksi tolak kenaikan BBM ditunggangi BIN sebut mantan pejabat | JAKARTA, MONDE: Aksi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di berbagai daerah diduga ada yang menunggani, bahkan Badan Intelijen Negara (BIN) menyebut mantan menteri atau pejabat yang diduga menunggangi aksi itu.
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar menyatakan ada pihak yang menunggangi aksi-aksi penolakan rencana kenaikan BBM yang merebak di sejumlah daerah. Namun, Syamsir yang ditemui sebelum rapat kabinet paripurna membahas persiapan rencana kenaikan BBM di Kantor Presiden itu enggan menyebutkan pihak yang disinyalir menunggangi aksi-aksi tersebut. “Itu sudah jelas,” ujarnya.
Sambil berlalu dari wartawan dan diiringi tawa, dia menyebutkan yang menunggangi aksi penolakan rencana kenaikan harga BBM itu bisa jadi mantan menteri dan pejabat.
Syamsir mengatakan antisipasi yang bisa dilakukan guna meredam aksi-aksi di sejumlah daerah agar tidak sampai memicu bentrokan dengan aparat itu hanya dengan cara sosialisasi.
Massa yang tergerak dapat terpancing emosinya karena tidak mengetahui penyebab yang memaksa pemerintah menaikkan harga BBM. “Banyak demo , karena banyak yang tidak mengerti. Apalagi, di DPR ada yang dukung, ada yang tidak.”
Ia menyarankan, salah satu menteri harus ada yang memberi penjelasan kepada masyarakat luas, termasuk kepada mahasiswa yang sering menggelar unjuk rasa.
Rush buying
Sementara itu, pemerintah mengakui adanya tren kenaikan permintaan BBM karena munculnya rush buying setelah disampaikannya rencana kenaikan harga bahan bakar.
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan peningkatkan itu sudah terdeteksi di Jawa Timur yang naik permintaannya hingga 12% di atas kebutuhan normal, dan di Jawa Barat naik 18% di atas kebutuhan normal.
“Ini terjadi karena adanya rush buying. Kita minta agar masyarakat tenang. kita sedang mengkaji sekarang ini,” katanya sebelum mengikuti sidang kabinet paripurna di Istana Presiden hari ini.
Menurut dia, dalam rapat itu akan dilaporkan kepada Presiden tentang kenaikan permintaan itu untuk memperkuat stok untuk kebutuhan 20-20 hari agar pasokan aman.
Dia menuturkan rush buying itu terjadi lantaran adanya respons masyarakat terhadap rencana kenaikan harga BBM.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin menggelar sidang kabinet paripurna guna membahas masalah BBM.
“Rapat kabinet itu rutin, membahas masalah-masalah terkini, termasuk BBM,” kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng.
Sementara itu Menko Kesra Aburizal Bakrie saat ditanya mengenai skema penyaluran BLT mengatakan akan dibahas dalam sidang kabinet itu.(JBBI) |
|
|
|