| | | KABAR JIRAN, 9-Mei-2008 13:48:17 WIB | | | JB Sumarlin kejebak banjir | JAKARTA, MONDE: Mantan Menteri Keuangan dimasa Orde Baru, JB Sumarlin dan istri, terjebak banjir di tol menuju bandara Soekarno-Hatta. Untung saja ia berhasil menuju bandara dengan diangkut truk yang disediakan operator bandara.
“Saya terjebak lama di tol, padahal saya akan ke Yogyakarta hari ini,” ungkapnya di tengah evakuasi sejumlah penumpang pesawat terbang dari Jakarta menuju bandara Soekarno-Hatta kemarin.
Sejumlah ruas jalan utama dan ‘jalur tikus‘ menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta Kota Tangerang, Banten, kemarin memang macet total akibat tol Sedyatmo pada Km 26-27 di Kelurahan Muara Baru, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, banjir akibat tanggul penahan jebol.
Peristiwa ini adalah untuk yang kedua kalinya jalur menuju dan dari Bandara Soekarno-Hatta terendam banjir. Saat terendam pada 2 Februari 2008 Presiden telah menginstruksikan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk segera menuntaskan persoalan yang menjadi pintu gerbang Indonesia di mata internasional itu.
Saat itu, Kepala Cabang Cililitan-Tomang-Cengkareng PT Jasa Marga David Wijayanto mengatakan, genangan tersebut berlokasi di kilometer 26 hingga 27 (sekitar 1 kilometer) antara lain karena pompa air milik Pemprov DKI Jakarta yang bertugas memompa Kali Tanjung ke laut tidak berfungsi.
Kondisi ini, ujar David, membuat Kali Tanjung meluap serta masuk ke dalam saluran (storage) jalan tol karena tidak kuat menampung volume air yang cukup besar sehingga tanggul penahannya jebol sehingga masuk ke jalan tol.
Jalan protokol dan jalur alternatif menuju bandara terlihat macet total akibat ribuan kendaraan yang biasanya melewati tol Sedyatmo terpaksa dialihkan ke Kota Tangerang sehingga mobil menumpuk dan sulit untuk bergerak.
Pengelola jalan tol, PT Jasa Marga terpaksa harus menutup total jalan bebas hambatan tersebut karena air telah menggenangi dengan ketinggian mencapai 1,2 meter.
Bahkan jalan yang biasanya tidak pernah macet itu, sejak Kamis pagi dihentikan untuk dilewati kendaraan roda empat menuju bandara terbesar di Indonesia itu.
Kendaraan besar semula melintasi tol Sedyatmo yang merupakan jalan utama menuju bandara harus masuk ke Kota Tangerang, maka daya tampung kendaraan tidak seimbang dengan ruas jalan yang tersedia.
Meski telah dibangun jalan layang di jalur Sudirman dengan dana dari pemerintah pusat sekitar Rp40 miliar, tapi kendaraan dari dan menuju bandara melebihi jumlah hari biasa, maka kemacetan pun sulit untuk dihindari.
Demikian pula jalur ‘tikus‘ seperti Jalan KS Tubun, Dr. Sitanala, jalan AMD dan jalan Karangsari sulit untuk dilintasi akibat padatnya kendaraan.
Kendaraan roda empat hanya bergerak dengan kecepatan 10 hingga 20 km perjam karena semua tertuju kepada pintu belakang M-1 bandara.
Pada pintu belakang itu, puluhan polisi berpakaian lengkap berupaya untuk mengatur arus lalu lintas, namun kecepatan kendaraan tidak sanggup melaju kencang.
Para penumpang pesawat yang semula menggunakan taksi, akibat macet banyak yang terpaksa harus pindah memakai jasa tukang ojek agar lebih cepat sampai ke bandara.
Menurut pemantauan Monitor Depok, Brimob dan Marinir menerjunkan sejumlah truknya untuk mengangkut masyarakat yang sudah terjebak banjir di ruas tol, baik yang ingin ke bandara maupun yang ke arah Jakarta.(dj) |
|
|
|