| | | EDUKASI, 12-Mei-2008 12:49:31 WIB | | | Jambret berkeliaran di angkot Depok | Jika para ilmuan terus memperbaharui temuan-temuan di bidang disiplin ilmunya masing-masing. Tak mau ketinggalan, para pelaku kejahatan-pun demikian.
Mereka juga memutar otak mengasah akal memperbaharui modus-modus untuk mengelabui korbannya. Berbagai cara dilakukan sesuai kelasnya. Jika penjahat kelas kakap tentunya dengan cara-cara yang kakap pula. Sedangkan yang kelas cere, juga berstrategi dengan cara cere.
Belakangan menjadi buah bibir di kalangan pengguna jasa angkutan kota (angkot) di Depok, yakni aksi kejahatan penjambret penumpang di angkot.
Biasanya pelaku berjumlah satu-dua seorang atau lebih. Ada beberapa cara yang dilakukan dalam melancarkan aksinya.
Dalam aksinya kawanan penjahat spesialis jambret penumpang angkot umumnya mengincar angkot yang sarat penumpang, apalagi bila penumpangnya sampai berdiri di pintu.
Agar tidak mengundang curiga penumpang lain, kawanan ini berpakaian layaknya seorang mahasiswa kutu buku. Pakaian disetrika serapi mungkin dan menenteng tas, atau memegang buku-buku.
Meski berjumlah lebih dari satu atau dua orang, sepertinya setiap orang sudah mempunyai tugas dan fungsi masing-masing.
Misalnya, ada yang bertugas beraksi di atas angkot, tapi ada pula yang menunggu di pinggir jalan pada lokasi tertentu.
Konon kabarnya, bagi yang tugasnya beraksi (jembret) naik ke dalam angkot bersamaan dengan penumpang lain yang saling berdesakan.
Sementara beraksi di di dalam angkot, kawan sejalannya menunggu di pinggir atau di seberang jalan dengan menggunakan sepeda motor.
Dari beberapa sumber mengisahkan kepada Monde, lokasi yang menjadi target utama biasanya di sepanjang Jl Margonda Raya. Pelaku biasanya beroperasi di sekitar tugu Selamat Datang Kota Depok.
Pelaku berdiri di pinggir jalan Margonda Raya menanti angkot dari arah terminal Depok. Selanjutnya berpura-pura menyetop angkot. Selalu yang dijadikan sasaran angkot kecil [bukan bus kota].
Begitu angkot berhenti pelaku berpura-pura hendak naik. Apabila melihat ada penumpang berdiri atau berada di pintu angkot bisa dijadikan mangsa, pelakunya dengan sigap dan cepat menjambret barang yang diincarnya.
Barang yang diincar biasanya berupa tas,handphone, namun ada pula perhiasan penumpang. Korbannya umumnya kaum hawa, namun tak sedikit diantaranya kaum adam juga menjadi korban.
Begitu berhasil manjambret, pelakunya segera turun dan menghampiri kawannya yang siap menancap gas untuk malarikan diri.
Motor yang digunakan biasanya ditempeli plat nomor polisi bohongan. Atau sama sekali ditutupi pakai lakban.
Bagi pelaku yang beroperasi sendiri, tanpa kawanan lain terkadang ada modusnya begitu berhasil menjambret selalu melarikan diri ke arah rel kereta api sebagai langkah antisipatif menyelamatkan diri.(Wenry Wanhar) |
|
|
|