| | | EDUKASI, 23-Mar-2008 8:30:52 WIB | | | ‘Sekolah kelas bawah butuh perhatian’ | GANDUL, MONDE: Sudah saatnya pemerintah memperhatikan dunia pendidikan bagi kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Kendala utama bagi keluarga yang memiliki pendapatan pas-pasan ini tentu adalah masalah biaya.
Di Depok ini masih sedikit sekolah yang memperhatian kalangan ini. “Setiap anak berhak memperoleh pendidikan yang layak, namun selama ini mereka tidak mampu mengenyam dunia pendidikan kerena ketiadaan biaya,” ujar Ruth Prayogo, Pembimbing Pondok Anak Pertiwi. Selama ini keberadaan kegiatan belajar bagi para siswa tidak mampu ini masih jauh dari yang diharapkan. Para siswa harus rela belajar di emperan atau di rumah salah satu warga.
Anggaran terbatas
Hal ini terpaksa dilakukan mengingat masih terbatasnya anggaran yang dimiliki karena pihak sekolah tidak mengambil uang pembayaran kepada siswa.
Maka dari itu, melalui pendidikan anak tidak mampu ini Ibu Ruth bersama rekan-rekannya bermaksud mengetuk hari para dermawan untuk menyisihkan hartanya untuk dunia pendidikan ini.
“Tentu saja saat ini yang kami perlukan adalah perhatian dari Pemkot agar pusat kegiatan belajar masyarakat Pondok Anak Pertiwi bisa menjadi binaan di Kelurahan Gandul,” ungkap Ruth.
Pondok Anak Pertiwi adalah pusat kegiatan belajar masyarakat yang diperuntukkan kaum marjinal yang selalu terpinggirkan.
Sekolah bagi kaum marjinal yang beralamat di Jalan PLN Raya RT011/65 Gandul ini memberikan layanan pendidikan bagi kaum yang terpinggirkan melalui jalur pendidikan nonformal.
|
|
|
|