| | | DEPOKRASI, 06-Sep-2008 07:07:52 WIB | | | Ayam gelonggongan beredar di Depok | DEPOK, MONDE: Ayam gelonggongan adalah sejumlah ayam yang dipotong kemudian disuntikkan ke dalamannya dengan air atau pun juga dengan udara. “Kami sudah pantau memang ada daging ayam gelonggongan di pasar Dewi Sartika, Depok Lama,” kata Kasie Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmasvet), Deddy Sudjadi, saat dihubungi Monde melalui selulernya, kemarin.
Oleh karena itu, dia memperingatkan warga Depok agar berhati-hati dalam membeli daging ayam di pasar untuk kebutuhan sehari-hari. Peredaran daging ayam gelonggongan dengan cara disuntik air itu karena pedagang bersangkutan menginginkan keuntungan yang lebih besar.
Modus ini banyak dilakukan oleh pedagang ayam perorangan. Kelihatannya ayam tersebut besar dan segar. “Tapi biasanya setelah sampai di rumah daging ayam tersebut mengecil,” jelasnya.
Ciri-ciri ayam gelonggongan adalah daging sangat kenyal atau lebih keras, warna pucat dan tidak elastis. Ciri ini mirip dengan ayam mati tidak karena dipotong/bangkai (Tiren) dan pembuluh darah kemerah-merahan serta cepat bau busuk.
Untuk mengantisipasi beredar luasnya daging ayam gelonggongan tersebut, rencananya Distan akan menggelar razia.
Para pelaku yang tertangkap menjual daging gelonggongan, akan dijerat UU nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan, PP nomor 22 tahun 1983 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dengan ancaman kurungan badan 3 bulan disertai denda Rp50 juta.
Sementara itu, Distan belum menemukan peredaran daging sapi gelonggongan di pasaran di Kota Depok. “Sampai saat ini kami belum menemukan adanya daging sapi gelonggongan di pasar tradisional,” ujarnya.
Harga daging ayam dan daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Depok masih tinggi. Harga daging sapi mencapai Rp67.000 per kg. Sedangkan harga daging ayam mencapai Rp35.000 per kg.
Kehadiran daging gelonggongan menurut Deddy akan lebih cepat membusuk dibanding dengan daging ayam yang normal. Hal itu diakibatkan adanya bakteri yang masuk dalam daging berbarengan saat air atau pun udara disuntikkan.
Jika daging nornal tahan dalam waktu hingga empat jam dalam kondisi normal. Maka daging glonggongan akan lebih membusuk kurang dari empat jam dalam suhu normal.
Deddy pun memberikan tips bagaimana memilih daging yang sehat: pertama patutu curiga dengan ayam yang dijual dengan harga murah di bawah harga pasaran, hal itu bisa jadi daging Tiren. Kedua dengan memperhatikan tekstur daging, daging ayam gelonggong cenderung putih keabuan dan tidak lagi kenyal.
Sementara itu, untuk hasil uji laboratorium dari Kesmavet dari sejumlah daging dari pasar tradisional tidak ditemukan lagi para pedagang ayam yang mengunakan formalin serta tidak ditemukannya juga bakteri Salmonella.
Sempel sejumlah daging itu diantaranya diambil dari pasar Kemirimuka, Pasar Dewi Sartika, Pasar Musi serta Pasar Agung.(ina) |
|
|
|