Make this site your Homepage Add to Favorites
Pencarian berita  
Sabtu, 22 November 2008
 
DEPOKRASI, 28-Ags-2008 08:24:30 WIB
_ Versi cetak _ Versi PDF
‘Jadi aleg bukan cari jabatan’
  Berita Lainnya
Walhi: Programnya bagus, tapi caranya yang ngawur
Disdik panggil Mitra Jasa
Pemkot acuhkan penolakan warga
MARGONDA, MONDE: Saat ini puluhan orang perwakilan dari partai berbondong-bondong memperebutkan 50 kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok 2009-2014.

Banyak calon yang ingin mengadu keberuntungan menjadi wakil rakyat walau dengan kemampuan serta anggaran yang pas-pasan. Tentu realitas ini patut dipertanyakan, jangan sampai perebutan anggota DPRD ini hanya mencari jabatan sehingga esensi wakil rakyat terlupakan.

Menjadi wakil rakyat bukanlah ajang mencari kerjaan atau jabatan. Hal ini diungkapkan oleh dua calon wakil rakyat dari PAN Andi ST dapil Beji dan Muchtadin Tyas dapil Limo.

“Jika seorang calon wakil rakyat orientasinya adalah mencari kerjaan atau jabatan, maka rakyat pasti akan dikecewakan,” kata Andi ST.

Terkadang para calon ini menghalalkan segala cara untuk dapat duduk di Kota Kembang. Menurut Andi, menjadi wakil rakyat bukanlah hal yang ringan karena beban berat berada di punggung mereka nantinya. Untuk duduk di kursi wakil rakyat harus terbebas dari unsur ini sehingga aspirasi warga benar-benar diakomodasi.

Memang saat ini banyak masyarakat yang menganggap menjadi anggota DPRD adalah aji mumpung sehingga banyak yang berlomba-lomba masuk di dalamnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh Muchtadin Tyas. Fenomena ini harus diubah sehigga pola pikir masyarakat tidak negatif terhadap anggota DPRD. “Menjadi wakil rakyat adalah amanah dan itu harus dijalankan dengan baik karena rakyat yang akan menilai,” katanya.

Dirinya maju menjadi calon wakil rakyat memang bukan sekadar keinginan dirinya sendiri melainkan dorongan dari kalangan muda yang ingin terwakili.(mas)

^^ Kembali ke atas

Copyright © PT. Aksara Depok Makmur (Penerbit Skh. Monitor Depok), November 2004 - 2008. v1