| | | DEPOKRASI, 07-Ags-2008 08:10:38 WIB | | | Organda harus dipimpin profesional | DEPOK, MONDE: di tubuh DPC Organda Kota Depok memang diperlukan. Oleh sebab itu kepemimpinan organisasi ini kedepan harus dipimpin seorang figur pengusaha yang profesional di bidang angkutan umum.
Kepala Perwakilan Perusahaan Otobus (PO) Budiman, Sahabat dan Medal Sekarwangi Kota Depok, Hendra Amara mengatakan, untuk menciptakan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Depok lebih baik, tentu saja diperlukan pembenahan mekanisme dan sistem keorganisasian.
Menurut dia, dalam pengelolaan organisasi profesi itu diperlukan seorang figur kepemimpinan yang tidak hanya pengusaha dalam artian sempit hanya memiliki satu-dua unit angkutan umum saja, tapi figur pengusaha yang profesional di bidang angkutan darat.
”Saya kira kurang tepat apabila kepemimpinan Organda nanti hanya disyaratkan mutlak dari pengusaha pemilik angkutan umum saja, tapi seharusnya pengusaha yang profesional, atau orang-orang yang memang ahli di bidang angkutan umum,” tandas Hendra, kemarin.
Dengan demikian kinerja Organda Depok bisa berjalan sesuai harapan bersama, sebagaimana yang diamanatkan dalam AD/ART.
Diminta komentar seputar gagasan perlunya DPC Organda Depok direformasi Hendra menyatakan sependapat atas gagasan tersebut. Meski demikian reformasi yang diusulkan itu tidak berarti haus melenceng dari AD/ART Organda.
Apabila reformasi diasumsikan harus merombak total kepengurusan Organda periode sekarang ini, hemat Hendra, pembenahan selayaknya lebih ditekankan pada sistem atau mekanisme organisasi.
”Artinya, kepemimpinan Organda ke depan diharapkan tidak terbatas pengusaha saja, tapi kalangan profesional di bidang angkutan umum.”
Di dalam AD/ART, kata dia, keanggotaan Organda adalah BUMN, perseroan terbatas dan koperasi di bidang angkutan umum.
Hendra bisa memahami adanya desakan reformasi sebagai kemungkinan reaksi atas kurang optimalnya kepengurusan di Organda Kota Depok selama ini.
Organda sesuai fungsi dan tugasnya adalah wadah untuk berperan memfasilitasi kebutuhan baik pengusaha, pemerintah maupun masyarakat. Jika Organda hanya melayani kebutuhan satu dari ketiga elemen tersebut, maka persoalan angkutan umum di Depok tidak akan pernah terselesaikan.(mj) |
|
|
|