Make this site your Homepage Add to Favorites
Pencarian berita  
Jumat, 25 Juli 2008
 
DEPOKRASI, 7-Mei-2008 13:29:23 WIB
_ Versi cetak _ Versi PDF
Diwarnai aksi pukul-pukulan
Mahasiswa UI tolak kenaikkan BOP
  Berita Lainnya
Baru 55 gedung di Depok bersertifikat
Warga Abadijaya tak sanggup bayar biaya operasi
Hipmi canangkan Depok Go Green
BEJI, MONDE: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Nusantara UI menggelar unjukrasa menolak rencana rektorat menerapkan kebijakan penyesuaian BOP tahun ajaran 2008/2009.

Forum Mahasiswa Nusantara UI merupakan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dari mulai Aceh, Purworejo, Banten, Surabaya, Maluku, Cilacap hingga Papua.

“Penyesuaian ini tidak ada sosialisasi dan transparansinya,” tegas salah seorang penggagas Forum Mahasiswa Nusantara UI, M. Jabal Tariq.

Dikatakan Jabal, nilai penyesuaian biaya operasional pendidikan (BOP) yang berkisar antara Rp5 juta-Rp7,5 juta itu tidak masuk akal.

“Ini jelas membuat mental teman-teman dari daerah mundur mendengar angka tersebut,” katanya.

Tidak adanya transparansi terkait dana yang selama ini dikumpulkan rektorat, juga disesalkan Forum Mahasiswa Nusantara UI. “Mana distribusi ke masing-masing fakultas untuk penelitian. Ini bukan penyesuaian, ini jelas kenaikkan,” ujar Jabal.

Massa juga sempat menyayangkan sejumlah usaha UI yang dinilai sia-sia. “Seberapa pentingkah jalur untuk sepeda dibandingkan pemikiran untuk menekan biaya pendidikan,” teriak salah seorang dari mereka.

Demo yang dimulai sekitar pukul 11.30 itu awalnya berlangsung di dekat pintu masuk Stasiun UI. Aksi dorong-dorongan, bahkan kejar-kejaran hingga pukul-pukulan terjadi antara aparat keamanan UI dengan massa pendemo.

Kejadian itu disinyalir pihak UI karena mahasiswa melakukan aksi tanpa persetujuan atau pemberitahuan terlebih dahulu. Namun beberapa saat, akhirnya demo dikonsentrasikan tepat di Bundaran UI dengan pengawalan ketat.

Massa pendemo sempat berdialog dengan pihak UI yang diwakili oleh Kepala Sub Direktorat Kegiatan Penalaran, K2N dan Pengembangan Soft Skill Mahasiswa, Arman Nefi.

Menurut Arman konsep penyesuaian BOP adalah inisiatif UI sebagai BHMN, yang dituntut mandiri.

“Sebelumnya penyesuaian ini juga sudah melalui survai. Tidak mungkin seorang mahasiswa dengan mobil mewah disamakan BOP-nya dengan yang hanya berjalan kaki,” kilahnya.

Dijelaskan Arman, untuk membedakan penyesuaian BOP ini nantinya melalui jalur wawancara dan penelitian menyeluruh. “Bahkan nanti BOP ini akan menyertakan slip gaji, rekening listrik dan juga memintakan data dari tetangga dan RT/RW,” tandas Arman.

Reorientasi BEM UI

Sementara itu Koordinator lapangan Forum Mahasiswa Nusantara UI, Aditya Eka Putra mempertanyakan kinerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, yang dinilai tidak lagi aspiratif terhadap keinginan mahasiswa.

“Kami menuntut reorientasi kerja BEM UI,” tandas Aditya yang menilai semestinya BEM UI peka terhadap aspirasi yang berkembang di kalangan mahasiswa.

Menyangkut kenaikan BOP ini, kata dia, BEM UI sama sekali tidak menyuarakan aspirasi mahasiswa. “BEM UI harus aspiratis, bukannya jadi kacung rektorat,” tegasnya.

Terpisah Ketua BEM UI, Edwin Nofsan Naufal mengungkapkan pihaknya sudah berdialog dengan rektorat terkait rencana kenaikan BOP 2008/2009.

“Seluruh BEM Fakultas sudah dilibatkan dalam pembahasan BOP,” katanya.

Dia mengatakan pada awalnya akan menaikkan biaya BOP sebesar Rp300.000-

Rp500.000 kepada setiap mahasiswa. Namun BEM keberatan atas kebijakan itu, kemudian BEM menawarkan konsep biaya BOP yang disesuaikan dengan pendapatan orangtua mahasiswa.(ap/mr)

^^ Kembali ke atas

Copyright © PT. Aksara Depok Makmur (Penerbit Skh. Monitor Depok), November 2004 - 2008. v1