| | | BERITA UTAMA, 07-Ags-2008 07:59:23 WIB | | | UMKM Depok putar Rp2,2 triliun | DEPOK, MONDE: Pemerintah Kota Depok mencatat sebanyak 120.000 unit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mampu menyerap sedikitnya 360.000 tenaga kerja dan berkontribusi sebesar 30% terhadap total uang yang berputar di daerah ini.
Kepala Kantor Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Depok Ahmad Soleh mengatakan sektor UMKM memberikan kontribusi sebesar Rp2,2 triliun atau 30% dari total uang yang berputar di daerah ini sebanyak Rp6,6 triliun per tahun.
Menurut dia, rata-rata satu UMKM berkontribusi Rp10 juta per tahun. “Jumlah UMKM mencapai 120.000 unit dengan total uang yang diputarkan Rp2,2 triliun,” katanya saat menghadiri pelantikan pengurus Klinik Konsultasi Kredit (K3), kemarin.
Kendati memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, namun dia mengakui usaha kecil ini menghadapi sejumlah kendala serius terutama akses permodalan yang terbatas, manajemen dan akses pasar.
Oleh sebab itu, Pemkot menyiapkan sejumlah program strategis a.l pengembangan kualitas sumber daya manusia, teknologi tepat guna, bantuan permodalan dan penguatan kelembagaan.
Ketua Kadin Depok Yusuf Setiawan menegaskan potensi usaha kecil untuk menggerakkan ekonomi di daerah ini sangat besar, namun mereka harus dibimbing agar bisa memperoleh pinjaman modal dari perbankan.
Dia menilai pelaku usaha mikro masih kesulitan mendapatkan modal kendati saat ini pemerintah telah memberikan perhatian dengan menyiapkan berbagai program penguatan permodalan. “Kalau tidak ada yang membimbing, tidak ada yang bisa sampai ke bank.”
UMKM bankable
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Barat melantik pengurus K3 Kota Depok. Lembaga ini dibentuk sebagai tindaklanjut dari ditekennya nota kesepahaman antara Kadin dengan KBI Jabar.
Dua Wakil Ketua Kadin Depok yakni M. Ronny dan Muhammad Fuad duduk sebagai ketua dan sekretaris. ”Kami akan mendampingi usaha kecil yang belum bankable hingga menjadi bankable,” kata Ronny seusai dilantik.
Survey tahun 2007 yang dilakukan Departemen Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menunjukkan di Indonesia, terdapat 49,8 juta unit usaha mikro dan kecil dimana 49,9% diantaranya unbankable.
Ronny menjelaskan pihaknya akan memacu peningkatan komunikasi yang efektif antara K3 dengan pengusaha mikro. “Sebab, bila komunikasi ini berjalan dengan baik, UMKM di Depok bakal mampu memperbesar daya serapnya terhadap tenaga kerja.”
Saat ini tercatat sudah delapan daerah di Jawa Barat yang memiliki K3 a.l Cirebon, Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Bogor, Sukabumi, Kota dan Kabupaten Bandung.
Sebanyak lima bank yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, Jabar dan Bukopin ikut menandatangani MoU guna mendukung kegiatan K3 berupa pemberian kredit kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UKM) hasil binaan lembaga itu.
Menurut dia, minat masyarakat untuk mengajukan aplikasi kredit perbankan di Depok cukup tinggi sehingga K3 berperan penting dalam membantu perbankan menyalurkan uangnya kepada nasabah.
Hingga saat ini, belum ada data resmi mengenai realisasi kredit perbankan di Kota Depok. Namun, BI Jabar mencatat total penyaluran kredit usaha kecil di provinsi itu selama empat bulan pertama tahun ini mencapai Rp57,07 triliun.
BI menilai potensi UMKM Jawa Barat sangat besar dan sudah diakui oleh kalangan perbankan. Jabar merupakan salah satu provinsi yang menjadi percontohan di sektor UMKM.(aji/m-11) |
|
|
|