| | | BERITA UTAMA, 24-Jul-2008 08:16:51 WIB | | | Pembunuh keponakan Danjen Brimob dibekuk ‘Kesal istri ngotot’ | POLRES DEPOK, MONDE: Tim gabungan Polsek Cimanggis dan Polres Depok yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Depok Kompol Rachimat membekuk Rudi Hambali (40) tersangka pembunuh Regina Eleana (33) yang tak lain merupakan istrinya sendiri, kemarin.
Rudi alias Elang ditemukan petugas saat tertidur lelap beralaskan koran di kebon kosong wilayah Gunung Geulis, Bogor, sekitar pukul 01.00 dini hari.
Saat diboyong petugas, Rudi pasrah tanpa mencoba kabur apalagi memberikan perlawanan.
Rudi mengakui bahwa dirinyalah yang membunuh istrinya itu. Regina adalah keponakan Danjen Brimob SY Wenas. Perbuatan itu dilakukannya karena kesal sang istri tak bersedia mencabut gugatan cerai yang sudah terdaftar di Pengadilan Negeri (PN) Bogor.
“Awalnya saya tidak ada niat membunuh. Tapi karena kelewat kesal, akhirnya terjadi juga,” kata Rudi. Wajahnya dingin. Dia pun menceritalam sekelumit kisah pada hari kejadian (Minggu, 20/7).
“Siang harinya saya membawa ketiga anak kami berbelanja apa saja yang disukai anak-anak di pusat perbelanjaan. Mulai dari beli Play Station dan bermacam mainan lainnya. Habis jutaan rupiah,” tuturnya.
Hal itu ternyata dilakukannya untuk memperlihatkan bahwa dirinya seorang suami yang baik. Rudi berharap, apa yang dilakukannya itu dapat meluluhkan hati Regina.
Setelah kembali dari shoping, sesampainya di rumah Jl. Sumur Bandung I No 40 RT 04/02 Kp. Pedurenan Kel. Harjamukti, Cimanggis, laki-laki keturunan Tionghoa itu langsung membujuk istrinya.
“Saya langsung meyakinkan istri saya agar mencabut gugatan cerai. Tapi dia menolak. Saya jadi kesal,” tandasnya.
Rudi menjadi galau. Pertengkaran mulut hingga menjadi adu jotos pun tak terhindarkan. Suasana rumah menjadi gaduh.
Perseteruan di dalam kamar terus berlanjut hingga ke dapur.
“Di dapur hal itu saya lakukan sewaktu menemukan pisau,” Rudi langsung tertunduk. Usai melakukan aksinya, dia langsung tancap gas meninggalkan lokasi.
Rudi masih memberikan keterangan yang sedikit rancu perihal kenapa istrinya bersikeras ingin cerai. Kadang-kadang dia mengatakan istrinya minta cerai karena kondisi ekonomi, di sisi lain dia juga menduga istrinya terlibat perselingkuhan.
Selama pelarian, dia mengaku awalnya ke rumah familinya. Kegelisahan yang menghantui jiwanya, membuat Rudi berkelana menghindari pengejaran petugas dengan motor Kawasaki Kaze ZX 130 VR hitam nomor polisi B 6163 ECX.
Pelarian Rudi berakhir di Gunung Geulis, Bogor. Polisi berhasil menemukannya saat tertidur lelap di kebon kosong belakang klenteng di wilayah itu.
Rudi mendatangi Gunung Geulis untuk menemui Ayau—kawan yang pernah satu kerjaan dengannya.
Namun Ayau tidak di tempat. Rudi lalu ke Klenteng namun tidak diterima karena pernah terlibat cekcok dengan pengurus Klenteng. Akhirnya, Rudi terpaksa tidur di kebun kosong belakang Klenteng.
“Penangkapan ini berdasarkan pelacakan manual yang kita lakukan, karena ponsel tersangka tidak aktif,” kata Kasat Reskrim Polres Depok Kompol Rachimat.
Berdasarkan informasi yang kita kumpulkan, lanjut dia, ada yang menyebutkan dia pernah bekerja dan punya teman di Gunung Geulis, Bogor, langsung kita terlacak keberadaannya dan ketemu.
Rudi menghabisi nyawa Regina di rumah milik orang tua korban di Kp. Pedurenan Kelurahan Harjamukti, Cimanggis. Korban tewas dengan luka tusuk di bagian ulu hati sebanyak tiga lubang dan luka cekek di bagian leher.(wen) |
|
|
|