Make this site your Homepage Add to Favorites
Pencarian berita  
Jumat, 25 Juli 2008
 
BERITA UTAMA, 16-Mei-2008 12:50:59 WIB
_ Versi cetak _ Versi PDF
Suami pergoki istri selingkuh
Meruyung geger
  Berita Lainnya
Ria datangi Polsek Beji
Pemkot didesak segera selidiki
‘Kesal istri ngotot’
Warga Meruyung, Kec Limo, digemparkan dengan adanya isu pasangan selingkuh yang dipergoki suami pelaku di rumahnya sendiri.

MERUYUNG, MONDE

Hingga kemarin, isu tersebut masih menjadi bahan perbincangan warga di hampir setiap sudut desa.

Isu hot tersebut menyeruak ke permukaan lantaran MHM, sang suami, langsung mencak-mencak saat memergoki istrinya tengah berduaan dengan pria lain. Kejadian itu langsung memancing kerumunan warga setempat.

Tak ayal lagi, persoalan itupun mengundang pengurus RT dan tokoh masyarakat setempat turun tangan menyelesaikannya.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun Monde, kejadiannya berlangsung Rabu (14/5) di lingkungan RT 02/05 Kelurahan Meruyung.

Pagi itu sebagai suami yang baik, MHM pergi mencari nafkah untuk menghidupi istri dan dua orang anaknya.

MHM bekerja sebagai kuli bangunan. Hari itu, tak seperti biasanya, perasaan MHM galau. Dia pun pulang lebih cepat daripada hari biasanya.

Benar saja, begitu sampai di kediamannya, dia memergoki ada laki-laki lain yang tak lain adalah tetangganya sendiri di dalam rumah bersama istrinya.

Hal ini yang membuat dirinya naik pitam dan mencak-mencak tak karuan, sehingga warga sekitar-pun satu persatu berdatangan ke lokasi tersebut.

“Selama ini saya sudah curiga...kalau ada yang tidak beres di rumah ini. Ternyata terbukti juga. Pantesan tadi perasaan saya nggak enak...” itulah umpatan MHM melihat realitas yang tak bisa diterimanya seperti dikisahkan berbagai sumber kepada Monde, kemarin.

Lokasi rumah MHM-pun menjadi ramai. Untung saja tak terjadi baku hantam, apalagi pertumpahan darah. Berkat kepiawaian pengurus RT dan tokoh masyarakat setempat, adu mulut antara HNM dengan istri dan selingkuhannya pun berakhir dengan musyawarah. Perundingan dilangsungkan di rumah MHM. Dalam kesempatan itu, AJ-laki-laki yang dipergoki berada di rumah MHM membantah kalau dirinya menjalin hubungan cinta gelap dengan HLM-istri MHM.

AJ mengaku saat itu dia hendak meminjam kunci Inggris ke HLM. Bukannya mengambil kesempatan menjalin cinta dengan istri orang. Sejumlah sumber yang meminta tidak disebutkan namanya menyebutkan saat itu di dalam rumah hanya ada HLM dan AJ. Dua orang anaknya sedang keluar. Yang satu sekolah dan satunya lagi pergi bermain.

Sedangkan sang suami sedang banting tulang mencari sesuap nasi.

“AJ itu laki-laki yang sudah beristri. Istrinya masih bersaudara dengan MHM. Istilah orang sini mah masih satu Uwak (paman),” kata sumber Monde itu.

“Saya mah kenal banget dengan si HLM. Dia teman satu sekolan sama saya dulunya. Kata orang-orang mah, itu sudah sifat turunan,” ujar sumber itu.

Dulu ibunya, lanjut dia, kayak gitu juga. Omongan tentang ibunya udah reda, kini anaknya.

”Akhirnya, gara-gara perangai anaknya, cerita tentang ibunya terungkit lagi. Orang-orang akhirnya pada bilang itu perangai turunan...kan kasihan!?” kata dia.

Di tempat terpisah, Monde juga mendapat kisah dari versi lain, yakni Udin (37) warga RT 01/08 Meruyung. Udin mengaku menghadiri musyawarah yang digelar di rumah MHM. Dia bercerita didampingi Lurah Meruyung, Slamet AR.

“Itu baru kecurigaan doang. Wajar-lah suami marah melihat ada laki-laki lain di rumahnya. Padahal si AJ hanya mau pinjem kunci Inggris,” katanya.

Walaupun demikian, lanjut dia, si istri mengakui juga bahwa dia salah lantaran membiarkan laki-laki masuk saat rumah dalam keadaan kosong.

Dari hasil musyawarah itu, kata dia, semua pihak harus tetap saling menjaga diri.

“Masalahnya nggak berlarut-larut kok. Sudah selesai dengan cara kekeluargaan.”

Lurah Meruyung, Slamet AR-pun membenarkan adanya peristiwa yang menggemparkan itu. “Saya terima laporannya dari Ketua RT 02/05 Pak Marsan. Dan sudah saya arahkan agar diselesaikan dengan cara kekeluargaan,” katanya.(wen)


^^ Kembali ke atas

Copyright © PT. Aksara Depok Makmur (Penerbit Skh. Monitor Depok), November 2004 - 2008. v1