Make this site your Homepage Add to Favorites
Pencarian berita  
Sabtu, 22 November 2008
 
BERITA UTAMA, 16-Mei-2008 12:48:58 WIB
_ Versi cetak _ Versi PDF
Pasokan gas terhenti
Ada warga yang tolak OP migor
  Berita Lainnya
Pegi tetap akan kejar Mazhab
TPT: Nego harga sudah tertutup
Pulang sekolah, rumah hilang
DEPOK RAYA, MOND: Pelaksanaan operasi migor hari terakhir tahap pertama di kelurahan Sukatani, Cimanggis diserbu warga, seorang warga ada yang menolaknya karena kualitas migor tidak baik.

“Bu ini aku ada kupon lebih, ibu mau tidak gantiin? Aku tidak butuh, migor bukan kemasan seperti yang ada di supermarket, dan warnanya kuning keruh,“ cetusnya langsung menuju kendaraan roda dua.

Dalam operasi pasar migor ada warga yang tidak mendapatkan kupon, menurut ibu yang membawa buah hatinya yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan semua warga di RT 03 Sukatani mendaptatkan kupon sedangkan dia tidak mendapatkannya.

“Saya mau beli migor tapi tidak boleh karena tidak membawa kupon,” katanya dengan berlogat Sumatera, Untuk meringankan biaya transportasi pihak kelurahan Jatijajar mengajak warganya membeli migor pada OP secara kolektif dan terbukti dengan membawa satu unit kendaraan jenis pick up.

Dengan harga Rp18.000/2 liter warga tetap antusias mengantri, puncak antrian terjadi pada pagi hari, kesalahpahaman mengenai harga tidak terulang kembali pada sebelumnya. Kepala bidang perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Depok Dedi Rosadi mengatakan pihaknya sudah mensoalisasikan mengenai harga migor pada saar operasi pasar.

“Sosialisasi mulai tingkat RT hingga kelurahan semuanya sudah dilaksananakan, “ tambahnya.

Kata dia, minyak goreng yang dijual kepada masyarakat pada OP ini semuanya di tanggung pabrik yang merupakan pelaku yang sama, dan rencananya tahap kedua akan digelar menunggu hasil evaluasi. Kesepakatan diambil saat MoU di tingkat propinsi mengenai kualitas migor yang akhirnya diterima masyarakat.

Pasok gas terhenti Sementara terhentinya pasokan gas membuat sedikitnya 50 mobil yang mengantri untuk mengisi gas terbengkalai, bahkan mereka harus rela menginapkan mobil mereka di Stasiun Pengisisan Bahan Bakar Elpiji (SPBBE) Giga Intrax, Cinangka, Sawangan demi untuk mendapatkan pasokan gas.

Menurut beberapa karyawan dari beberapa agen yang mengantri di lokasi mengatakan pasokan gas di SPBBE tersebut terhenti untuk beberapa waktu karena mobil pengantar bahan bakar gas belum kunjung ada hingga sore hari, kemarin.

“Mobil gas yang kapsulnya dari pagi belum datang, jadinya antrian menumpuk, bahkan udah dari kemarin jumlah pasokan gas sangat-sangat berkurang, jadinya kita inapkan mobil kita,” keluh Entong salah satu karyawan agen gas di Depok.

Menurutnya, faktor utama dari terhentinya pasokan gas dikarenakan belum sepenuhnya kilang gas di Balongan, Jawa Barat berfungsi dengan baik sehingga berdampak kepada terhambatnya pasokan gas kebeberapa daerah di Jawa Barat.

Selain itu faktor lainnya adalah minimnya SPBBE di wilayah Depok sehingga mengakibatkan para agen gas di wilayah Bogor, Tangerang dan Jakarta turut mengisi di tempat tersebut.

“Ini juga faktor yang membuat kita para agen di Depok jadi sedikit kesulitan untuk mengisi gas, karena banyaknya para agen dari wilayah lain di luar Depok juga menghambat distribusi gas untuk wilayah Depok itu sendiri,” ucapnya.

Sementara, ia menambahkan, faktor konversi gas juga menjadi kendala dimana penyerapan untuk gas akan berkurang karena hampir 80.000 tabung gas digunakan untuk kegiatan konversi.(why/m-10)

^^ Kembali ke atas

Copyright © PT. Aksara Depok Makmur (Penerbit Skh. Monitor Depok), November 2004 - 2008. v1