Make this site your Homepage Add to Favorites
Pencarian berita  
Sabtu, 22 November 2008
 
BERITA UTAMA, 16-Mei-2008 12:47:59 WIB
_ Versi cetak _ Versi PDF
Kantin kejujuran
Pencegahan tindak korupsi sejak dini
  Berita Lainnya
Pegi tetap akan kejar Mazhab
TPT: Nego harga sudah tertutup
Pulang sekolah, rumah hilang
TUGU,MONDE: Untuk mencegah terjadinya tindakan korupsi yang semakin hari semakin berkembang pesat kemarin karang taruna kota Depok meresmikan kantin kejujuran di lingkungan sekolah SMP 8 Depok dikelurahan Tugu, Cimanggis.

Pencanangan kantin kejujuran dihadiri oleh ketua karang taruna pusat Dody Susanto, ketua karang taruna kota Depok Babai Suhaemi, Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il, Kejari kota Depok Triyono Haryanto, Danramil Cimanggis Kapten P Lubis dan Lurah Tugu Sopian Suri, dan camat Cimanggis Agus Gunanto.

Babai Suhaemi selaku ketua karang taruna kota Depok mengatakan kantin kejujuran ini untuk merupakan langkah awal mengenai permasalahan hukum yang ada di kota Indonesia dan untuk mencegah terjadinya tindakan korupsi yang selama ini masih ada.

“Selama ini warga masih banyak yang belum mengetahui permasalahan tentang hukum baik hukum negara dan agama, Tuhan melihat, Malaikat mencatat itulah slogan yang kita tulis di kantin kejujuran“ katanya kepada Monde.

Rencananya kantin kejujuran ini akan dikembangkan ke semua wilayah di enam kecamatan yang ada dikota Depok, kantin ini kerjasama dari pihak kejaksaan, Bupati dan semua unsur pemerintahan hingga tingkat RT dan RW.

Kata Babai, kantin ini juga memberikan slogan kepada masyarakat untuk taat kepada hukum yang berlaku, siswa SMP yang merupakan generasi muda untuk untuk dapat mengerti apa sebenarnya hukum yang ada ini.

“Kegiatan semacam ini akan disosialisasikan kepada masyarakat untuk taat hukum, “ tambah Babai.

Delapan kantin kejujuran termasuk pilot project yang nantinya menjadi acuan untuk masyarakat menjadi jujur untuk kepentingan bersama.

Keadaan negara yang selama ini buruk menurut Babai karena ketidakseriusan kepastian pelaksanaan hukum yang dijalanka,“ carut marutnya hukum membawa keadaan negara menjadi tidak pasti, “ ucap Babai.

Pembinaan masyarakat taat hukum melalui gerakan anti korupsi sejak dini melalui pembentukan kantin kejujuran.

Korupsi dapat merusak tatanan perkembangan bangsa dan negara hal yang paling penting merusak diri sendiri.

Kurikulum pendidikan mata pelajaran mengenai hukum saatnya diberikan kepada siswa tingkat SMP dan SMU sehingga siswa mengetahui nilai-nila hukum yang berada di dilingkungan masyarakat.

Di tempat yang sama kejari kota Depok Triyono mengatakan kejaksanaan sangat mendukung dengan dibentuknya kantin kejujuran di lingkungan sekolah sebagai penanggulangan tindakan korupsi sejak dini.

Pengenalan masalah hukum digenerasi muda merupakan langkah yang aspratif yang dijalankan dengan penuh hati.

“ Korupsi dapat merusaka kehidupan tatanan negara, korupsi berdampak bagi bangsa dan negara dan merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia,” katanya di dampingi oleh Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail.

Kejujuran merupakan kata kunci untuk menanggulangi tindak korupsi yang ada di negara ini.

Dody Susanto ketua karang taruna pusat menambahkan kantin kejujuran yang ada di SMP 8 Depok merupakan yang ke 830 yang ada di Indonesia dan untuk di Jawa Barat kantin yang ke 123 yang palin banyak terdapat di pulau Sulawesi.

Semua modal yang ada hanya nilai kejujuran, berdirinya kantin kejujuran sejak tahun 2005, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga SMU.

Karang Taruna kata Dody memberikan kontribusi yang positif bagi barometer manusia yang bertanggung jawab.

“Kota Depok akan menjadi langkah awal menyusun skenario masa depan,“ tuturnya.

Dia mengharapkan kepada siswa dan staf pengajar yang ada di SMP 8 untuk tetap menjaga kantin kejujurannya dan untuk menerapkan kelakuan kejujuran di masyarakat.

Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail mengutarakan nilai kejujuran sangat sulit dihitung, gagasan karang taruna kantin kejujuran harus dipertahankan.

Nilai kejujuran mulai diterapkan kepada dan dilanjutkan pada guru dan penyelenggara pendidikan. Kantin Kejujuran, yang dalam menjajakan jajanannya siswa mengambil makanan sendiri, membayar serta mengambil uang kembalian secara sendiri pula akan mendidik anak-anak untuk bersikap jujur sedini mungkin.

Hadirnya kantin kejujuran lanjut Nur Mahmudi, merupakan program yang sejalan dengan pemerintah selama ini yang selalu mengkampanyekan dengan makan dengan mengunakan tangan kanan. Bekerja sama dengan pihak kejaksaan kantin kejujuran lanjut Walikota, merupakan program yang nantinya akan dikembangkan tak saja di kota Depok, namun juga di sejumlah Kota besar lainnya.

Adanya kantin kejujuran di SMP 8 disambut baik oleh pihak sekolah dan seluruh komponen. Tak hanya guru, namun juga siswa.

“Kita menyambut baik adanya program semacam ini dan sangat mendukung. Program ini mendidik dan melatih anak didik kita untuk menerapkan kejujuran mulai usia dini. Dukungan kita terhadap program ini dengan ikut memfasilitasi” ujar Dedi Kusumajaya bagian kurikulum SMPN 8 Depok.

“Saya senang dengan adanya kantin ini. Karena dapat melatih kejujuran kita. Selain itu juga bisa melatih kita untuk mandiri. Kan semuanya kita jalankan sendiri, pas jajan tidak ada yang melayani”papar Anisa siswa kelas 8 SMPN 8 Depok.

“Dengan adanya kantin ini kita bisa mengetes sejauh mana kejujuran yang kita punya. Karena tidak ada yang mengawasi. Tidak ada pedagang dan juga kasirnya. Jadi itu kembali pada diri kita masing-masing dalam menerapkan kejujuran”ujar Reno siswa di sekolah yang sama menimpali.(m-10/m-11/ina)

^^ Kembali ke atas

Copyright © PT. Aksara Depok Makmur (Penerbit Skh. Monitor Depok), November 2004 - 2008. v1