Make this site your Homepage Add to Favorites
Pencarian berita  
Jumat, 08 08 2008
 
BERITA UTAMA, 15-Mei-2008 12:5:44 WIB
_ Versi cetak _ Versi PDF
SPBU Gandul kehabisan premium & solar
  Berita Lainnya
UMKM Depok putar Rp2,2 triliun
BPK akan audit alokasi dana BOS
Yakin menang
GANDUL, MONDE: Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 16508 yang terletak di Jalan Raya Gandul kemarin kehabisan stok premium dan solar.

Kehabisan stok premium dan solar ini disebabkan kelambatan distribusi dari pengisian di Plumpang. Akibat ketiadaan premium ini pihak SPBU hanya melayani penjualan pertamax. Ketiadaan stok ini terjadi sejak pagi hingga pukul 11.30 sehingga menyebabkan warga yang berencana membeli bensin gigit jari.

“Ketiadaan stok premium dan solar ini hanya disebabkan karena keterlambatan distribusi,” ujar Jarpul, Pengelola SPBU 16508 ketika ditemui Monde kemarin.

Dia menjelaskan selain keterlambatan distribusi tidak ada unsur lain yang menyebabkan ketiadaan stok. Menjelang rencana kenaikan harga bahan bakar minyak oleh pemerintah hingga kemarin belum ada kenaikan permintaan dari konsumen.

Dari hasil pantauan, Jarpul menegaskan, mulai maraknya informasi mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak dalam waktu dekat tidak mempengaruhi penggunaan bahan bakar terutama jenis premium. Dengan pengiriman sekali sehari selama ini masih mampu melayani kebutuhan konsumen.

Selama ini distribusi pasokan premium setiap hari sebanyak 16.000 liter dan biasanya stok itu habis. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang distribusi dilakukan pukul lima atau enam pagi, kemarin hingga pukul 11.30 belum juga ada pasokan.

Jarpul menjelaskan berdasarkan informasi pasokan premium akan tetap dikirim dan dalam perjalanan. Kebutuhan premium di kalangan masyarakat memang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bahan bakar yang lainnya.

“Kebanyakan warga memang memerlukan premium sedangkan untuk solar sangat terbatas sehingga untuk pasokan solar hanya dilakukan satu pekan sekali,” kata Jarpul.

Ketiadaan premium dan solar menyebabkan pihak SPBU hanya mampu melayani pertamax. Habisnya premium dan solar akhirnya sebagian warga pulang dengan tangan kosong dan sebagian terpaksa membeli pertamax walau dengan harga yang lebih tinggi.

Pihak SPBU menjamin tidak ada permainan atas ketiadaan premium dan solar ini. Berdasarkan edaran dari pertamina pihak SPBU juga tidak menjual premium ke pengecer yang menggunakan jerigen.

“Kami tidak pernah melayani permintaan warga yang membeli premium dengan menggunakan jerigen,” kata Jarpul.

Lebih lanjut Jarpul menjelaskan ketika pasokan kembali lancar maka kelangkaan premium atau solar dapat diatasi. Kelangkaan bahan bakar jenis premium dan solar ini dipastikan hanya terjadi sehari saja. Akhirnya pasokan premium datang memasuki pukul 12.00.

Salah saeorang warga yang ingin membeli premium mengaku kecewa karena kesediaan premium yang ia miliki sudah menipis akan tetapi ketika memasuki SPBU ternyata habis.

“Ada apa ini, kok bensin habis apa ini ada hubungan dengan rencana kenaikan bahan bakar dalam waktu dekat ini?” tanya Ety.

Sebenarnya dia menyesalkan rencana pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar dibalik kesulitan yang masih membelenggu rakyat.

Jika memang pemerintah masih peduli dengan penderitaan rakyat maka tidak selayaknya harga bahan bakar ini dinaikkan. Dapat dipastikan ketika terjadi kenaikan harga bahan bakar maka harga kebutuhan pokok yang lainnya akan terpengaruh dan mengalami kenaikan juga.

Selama ini rakyat sudah banyak yang menderita dengan keadaan yang saat ini terjadi. Maka dari itu, jika kenaikan ini benar-benar terjadi angka kemiskinan akan terus membengkak.(mas)

^^ Kembali ke atas

Copyright © PT. Aksara Depok Makmur (Penerbit Skh. Monitor Depok), November 2004 - 2008. v1