| | | BERITA UTAMA, 14-Mei-2008 12:14:34 WIB | | | Dampak kenaikan BBM 1.932 PNS Depok dapat Raskin | BALAIKOTA, MONDE: Sedikitnya 1.932 PNS Depok mendapat alokasi beras miskin (raskin) dari Pemerintah dalam program perluasan alokasi para penerima raskin sebagai akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Hal itu dituturkan Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Zalfinus Irwan, Kepada Monde, di Balaikota, kemarin.
Akan bertambahnya penerima beras miskin itu, menurut Zalfinus akibat dari melemahnya daya beli masyarakat, dampak dari kebijakan [kenaikan BBM], sehingga menimbulkan kelompok miskin baru.
Dia pun memberikan gambaran, jika BBM belum naik seorang yang berpenghasilan Rp700.000 masuk dalam kategori mendekati miskin. Maka, dengan peningkatan BBM itu, mereka dapat masuk menjadi golongan miskin atau pun sangat miskin.
Kelompok miskin baru, yang timbul akibat dicabutnya subsidi BBM adalah mereka para buruh atau pun Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berpenghasilan Rp2 juta ke bawah per bulannya.
Per Januari 2006, data menunjukkan bahwa sedikitnya 32.085 Rumah Tangga Miskin (RTM) di Kota Depok mendapatkan alokasi raskin atau sebanyak 481 ton raskin.
Untuk lingkungan Pemerintah Kota Depok, dari data terakhir, per Mei 2007 sedikitnya terdapat 7.168 pegawai PNS. Mereka masing-masing dengan perincian golongan (I) sebanyak 122 PNS, Golongan (II) sebanyak 1.810 PNS, untuk golongan (III) terdapat 2.511 PNS serta untuk golongan (IV) terdapat sedikitnya 2.725 PNS.
Jika penambahan Raskin dari PNS golongan I dan II sebanyak 1.932 PNS Zalfinus, pun memprediksi penambahan raskin akan mencapai 28 ton per bulan.
Angka itu belum ditambah dengan kelompok TNI berpangkat rendah dan buruh berpenghasilan di bawah Rp2 juta yang lainnya.
Harga Raskin yang per Kg Rp1600, menurut Kabag Perekonomian masih akan bertahan di harga itu setelah sebelumnya, pada 2007 harga raskin di harga Rp1000 per Kg.(ina) |
|
|
|