| | | BERITA UTAMA, 13-Mei-2008 12:33:36 WIB | | | Ketua DPRD minta maaf karena anggota tidur | KOTA KEMBANG, MONDE: Ketua DPRD Naming Djamhar Bothin dengan penuh penyesalan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kota Depok atas kelakuan anggota Dewan yang tertidur saat sidang berlangsung.
“Pertama-tama, atas nama seluruh anggota dewan kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kejadian itu. Memang, pekerjaan menjadi wakil rakyat menuntut keseriusan setiap waktu,” katanya saat membuka sidang paripurna kemarin. Rasa kantuk dan kelelahan, lanjut Naming, terkadang datang tidak bisa ditolak meski sidang tengah berlangsung. “Mungkin bila perlu kita [anggota dewan] harus mengganjal mata dengan anak korek api saat sidang, supaya kagak ngantuk lagi, ” guyon Naming dengan dialek Betawi-nya. Dia juga meminta kepada seluruh anggota DPRD untuk lebih serius dalam mengikuti sidang. “Kepada sejumlah tokoh masyarakat yang sudah berkesempatan mengirimkan kritik, dan juga kepada media pers yang menayangkan foto itu [Monde] kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya. Ini masukan yang sangat berharga untuk DPRD,” tandas Naming. Absensi anggota Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD merekomendasikan kepada Pimpinan DPRD untuk membuat papan absen kejujuran di pintu masuk utama Gedung DPRD Kota Kembang. “Absensi ini akan segera dibuat. Dalam papan itu akan tercantum nama seluruh anggota dewan, dari fraksi mana dan option ada atau tidak,” kata Ketua BKD, Rintisyanto kemarin. Dia melanjutkan, absensi itu akan memudahkan masyarakat yang hendak mengadu ke dewan, memastikan kehadiran dari anggota yang dituju. “Absen ini juga sekaligus menguji batas kejujuran para anggota dewan. Kalau masih ada yang mewakilkan absen seperti ini, sudah sangat kelewatan dan dipertanyakan kapasitasnya sebagai wakil rakyat,” ucapnya. Fraksi-fraksi yang ada di DPRD, lanjut Rintis juga harus bertanggungjawab penuh terhadap ketidakhadiran dari personilnya. “Kalau memang sedang melakukan kunjungan kerja ke luar daerah..yaa dijelaskan saja. Itu kan salah satu dari bagian tugas. Yang penting tidak membohongi masyarakat,” tandasnya. Munculnya rekomendasi yang menurut Rintis pasti disetujui DPRD itu, berawal dari tertangkapnya sejumlah anggota dewan oleh kamera fotografer Harian Monitor Depok, yang terlihat tidur saat sidang paripurna. “Terlepas dari kebenaran mereka tidur atau tidak, hal ini merupakan kesalahan kami bersama. BKD juga tadi [kemarin] sudah melakukan pemanggilan terhadap mereka yang tertangkap kamera itu,” papar Rintis. Dalam pemanggilan itu, BKD meminta keterangan dan memberikan peringatan kepada yang bersangkutan. “Mungkin bukan mereka saja yang pernah ketiduran atau tidak serius mengikuti sidang. Untuk kali ini merupakan kesalahan kita [anggota dewan] bersama. Namun selanjutnya akan ada sanksi tegas terhadap pribadi, dan memintakan juga pertanggungjawaban dari fraksi terkait,” kata Rintis. Ketua BKD ini juga menjelaskan, mulai sidang-sidang dewan berikutnya, tidak akan ada lagi anggota dewan yang sekedar absen namun ternyata tidak menghadiri sidang tersebut. “Dalam penentuan sidang apakah sudah sesuai kuorum atau tidak, juga akan disebutkan siapa yang tidak hadir, dari fraksi mana dan dengan alasan apa,” tandas Rintis.(mr)
|
|
|
|