| | | BERITA UTAMA, 12-Mei-2008 12:30:1 WIB | | | Homo gerayangi Tanah Baru | TANAH BARU, MONDE: Masyarakat RT 04/06 Kel Tanah Baru Kec. Beji diresahkan aksi pencabulan dan pelecehan seksual di wilayah tersebut. Beberapa warga mengaku hampir menjadi korban pencabulan yang dilakukan AK, seorang warga pendatang di lingkungan mereka.
Aksi pencabulan di wilayah itu terkuak ketika BD, seorang warga di tempat itu melihat anaknya, IP, pada Kamis (8/5), pulang ke rumah menjelang subuh. “Saat saya tanya, dia menjawab barusan pergi dengan AK. Mendengar hal itu saya curiga dan menanyai anak saya, apa yang dilakukan AK terhadapnya,” ujar BD kepada Monde. Awalnya, kata BD, anaknya tidak mau mengaku. “Setelah saya desak, dia tetap tidak mau bercerita. Katanya dia malu dengan orang lain menceritakan pengalamannya.” Mendengar hal tersebut, BD langsung curiga dan marah. Saat itu juga dia pergi mencari AK yang masih merupakan tetangganya. Menurut BD kemarahannya itu bukan tanpa alasan. “Saya pernah punya pengalaman buruk dengan orang itu. Dia pernah hampir melakukan pelecehan kepada saya. Dia mengaku memiliki kelainan seksual. Tapi saat itu saya menyarankan dia untuk tidak melakukan apapun kepada warga di Tanah Baru,” tutur BD. Namun saat mendengar anaknya baru diajak pergi oleh AK, BD langsung naik pitam. “Saya sebenarnya tidak peduli dengan orang itu, apakah dia memiliki kelainan seksual atau persoalan apapun. Tapi jika dia sudah mengganggu keluarga dan anak saya, tentu saja saya marah!” ujarnya geram. Pengalaman BD yang hampir dilecehkan dan mengalami pencabulan itu juga terjadi terhadap temannya, AG. Kepada Monde dia bercerita, di bulan Ramadhan tahun lalu, dia diajak bermain bulutangkis oleh AK. “Selesai main bulutangkis saya diajak ngobrol hingga larut malam. Saat ngobrol itu dia bercerita jika dia bisa ngeramal. Dia pun mengatakan bahwa sesuai ramalannya, saya punya kelainan seks yaitu impoten 70%,” kata AG. Awalnya AG mengaku cukup percaya dengan ramalan AK tersebut. Orangnya pintar ngomong, karena itu dia gampang terpengaruh dengan ucapan AK. Selesai diramal, lanjut AG, AK menawarkan untuk diurut. “Pada saat diurut itulah celana saya didodorin oleh AK. Kemudian ‘barang’ saya diputar-putar,” kata AG. AK menuturkan kepada AG bahwa hal itu merupakan bagian dari pengobatan. “Karena merasa nggak nyaman akhirnya saya minta dia menghentikan aksinya tersebut,” tutur AG. Namun sebelum pulang, katanya, AK berpesan kepadanya agar jangan menceritakan kepada orang lain kemampuan mengurutnya itu. Sejak kejadian itu, tutur AG, dia menjadi semakin curiga dengan AK. “Saya selalu menghimbau kepada tetangga dan orang-orang di sekitar sini untuk berhati-hati,” katanya. AK sendiri, katanya, belum terlalu lama tinggal di lingkungan itu. “Baru sekitar 10 bulan dia tinggal bersama saudara iparnya. Dari yang diketahui warga, dia pindahan dari Bangka Belitung. Dan dia belum memiliki istri,” kata AG. Dengan banyaknya aksi pelecehan yang mengarah kepada aksi pencabulan, tutur AG, warga akan segera mengusirnya dari Tanah Baru. “Warga sudah tidak senang dengan keberadaannya,” tuturnya. Sementara itu Ketua RT 04/06, Rosaidin mengaku belum bertemu secara langsung dengan AK sejak terkuaknya kejadian itu. “Dia sudah menghilang sejak beberapa hari.” Menurut Rosaidin, AK selama ini dikenal sebagai orang yang cukup aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat. Dia menegaskan untuk menindaklanjuti permasalahan ini secepatnya. “Persoalannya adalah tidak ada saksi yang menyaksikan kejadiannya. Makanya kita tidak bisa langsung menuduh dia telah melakukan aksi pelecehan,” tuturnya. Sementara itu Kapolpos Tanah Baru, Aipda Samiyono mengaku belum menerima laporan warga mengenai kejadian tersebut. “Polisi belum bisa melakukan tindakan apapun. Tapi jika sudah ada warga yang memberi laporan, maka akan segera diproses, dan orangnya bisa langsung ditangkap,” tutur Samiyono.(van/k-1) |
|
|
|