| | | BERITA UTAMA, 10-Mei-2008 13:10:2 WIB | | | Terkait tawuran siswa SMP Pemkot panggil lima Kepsek | DEPOK, MONDE: Tawuran siswa SMP yang melibatkan lima sekolah, bukan empat sekolah, ditanggapi serius oleh Pemerintah Kota Depok, terbukti lima kepala sekolah yang siswanya terlibat perkelahian massal itu akan dipanggil pekan depan.
Lima kepala sekolah itu adalah Kepsek SMP Pelita, SMP Karya Bakti, SMP Bina Insan Mandiri, SMP Putra Bangsa dan SMP Kasih. Seperti diberitakan, puluhan siswa asal lima sekolah itu terlibat tawuran hingga menyebabkan seorang ibu jadi korban lemparan nyasar. Untungnya, aparat kepolisian sigap dan berhasil mengamankan lima siswa saat peristiwa itu terjadi. Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Etty Suryahati mengatakan kelima kepala sekolah itu akan dipanggil untuk diberi pengarahan secara tegas agar peristiwa yang sama tidak terulang.
“Yang jelas pengarahan ke sekolah akan dilakukan kembali,” ujarnya kepada Monde, kemarin.
Pemkot Depok bukan sekali ini saja memberikan pengarahan kepada sekolah agar membina secara serius anak didiknya supaya peristiwa yang mencoreng dunia pendidikan di Depok itu tidak terulang kembali.
“Beberapa waktu lalu ketika tawuran antarpelajar marak di Kota Depok hingga memakan korban, kami telah memberi pengarahan kepada sekolah agar membina peserta didiknya,” ujarnya.
Dia menjelaskan peristiwa tawuran antarpelajar bukan hanya tanggung jawab sekolah atau dinas pendidikan semata, sebab peran orang tua dalam membina anaknya agar tidak berlaku anarkis sangat penting.
Menurut dia, pembinaan yang dilakukan oleh sekolah agar peserta didik bisa mengendalikan emosinya tidak akan berhasil tanpa dukungan orang tua siswa.
Tambah Ektrakurikuler Etty menjelaskan Pemkot Depok meminta kepada sekolah-sekolah di kota ini agar meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler bagi siswanya seperti kegiatan kerohanian dan olahraga untuk meredam gejolak emosional siswa seusia SMP.
Selain itu, lanjut dia, akan mengirimkan pesan singkat (SMS) kepada Kepsek jika ada siswa yang kedapatan berada di jalan saat jam pelajaran. “Pemkot telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk ikut membina siswa,” katanya.
Sementara itu, salah seorang guru di SMP Putra Bangsa yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan sudah menanyakan langsung kepada siswanya yang terlibat tawuran di kereta api itu.
“Saya sudah tanyakan langsung kepada siswa, ternyata mereka melakukan pelemparan batu ke arah kereta karena ada siswa SMP lainnya dari dalam kereta yang terlebih dahulu melempari siswa kami,” katanya.
Menurut logikanya, lanjut dia, siswa SMP Putra Bangsa memang banyak yang bertempat tinggal di daerah Lenteng Agung dan sekitarnya sehingga ketika pulang harus melewati UI.
Dia menjelaskan keberadaan siswa SMP Pelita dan Karya Bakti di sekitar UI secara bergerombol patut dipertanyakan. “Mengapa setelah ujian mereka ke arah UI, kalau siswa kami memang pulang ke arah utara Depok,” ujarnya.
Pihak SMP Putra Bangsa telah memperingatkan siswanya untuk tidak melakukan tindakan yang serupa. “Kami sudah memberikan peringatan keras supaya pelajar kami tidak berbuat anarkis.”(m-11/why) |
|
|
|