Make this site your Homepage Add to Favorites
Pencarian berita  
Minggu, 12 Oktober 2008
 
BERITA UTAMA, 8-Des-2006 16:29:55 WIB
_ Versi cetak _ Versi PDF
Smack down murid, Guru SDI diadukan ke Polsek Sawangan
  Berita Lainnya
Kapolri: Anggota netral dalam Pemilu
Jamsostek incar sekolah di Depok
Pemuda Bojong Gede bunuh kakak ipar
SAWANGAN, MONDE: Barangkali terpengaruh tayangan smack down, seorang guru Sekolah Dasar Islam Nurul Hidayah di Kel. Pondok Petir, Kec. Sawangan, NH, dilaporkan ke Polsek Sawangan.

NH dilaporkan telah menendang perut Hari (12), siswa sekolah itu. NH bukannya dilaporkan Hari atau keluarganya, tapi justru oleh sesama guru di sekolah itu, Alimin. Pelaporan ini bertujuan agar kekerasan semacam itu tak terulang lagi.

Di kantor Polsek Sawangan, Alimin mengemukakan, peristiwa itu terjadi di tempat ibadah milik sekolah, 29 November 2006. Namun kejadian itu, katanya, tidak dilihatnya secara langsung lantaran pada saat itu tengah melaksanakan sholat Dzuhur.

Namun, menurut saksi mata, yang juga rekan korban di SDI Nurul Hidayah, kata Alimin, disebutkan bahwa kejadian kekerasan itu memang terjadi.

Korban, menurut saksi mata, ditendang oleh NH karena dianggap tak disiplin. “Kejadian itu sebelum sholat,” kata Alimin mengutip saksi mata. Tentu saja, kata Alimin, korban kesakitan. Saat itu, katanya, korban masih melakukan sholat Dzuhur.

Seusai sholat korban mengalami kejang-kejang.

“Jadi saya melaporkannya [ke polisi], didampingi saksi yaitu rekan korban,” tutur Alimin.

Saat melapor ke kantor Polsek Sawangan Alimin didampingi Liestyati Sugeng Haryono, warga setempat, Chairul Pasaribu yang mengaku ikut mendirikan sekolah Nurul Hidayah, dan Rini Sriandi, orang tua siswa.

Kepala Pengawas Sentra Pelayanan Masyarakat (SPK) Polsek Sawangan Aiptu Iksan menyebutkan laporan tentang guru tercatat dengan nomor polisi 425/K/XII/2006/Swg.

Mengomentari peristiwa tersebut, Liestyati Sugeng Haryono mengatakan, peristiwa ini tidak bisa dibiarkan dan harus diproses secara hukum sehingga ada efek jera bagi pelaku. Sebab, lanjut dia, dalam dunia pendidikan jika anak tidak disiplin, tidak harus diperlakukan seperti itu.

“Ini sama juga smack down,” ujar Liestyati yang duduk di LSM Perhimpunan Orang Tua Murid Indonesia (POMI) pusat.

Sementara itu Rini Sriandi, orang tua siswa di sekolah tersebut, minta kepada pihak sekolah untuk memberikan sanksi kepada pelaku agar nantinya kejadian serupa tidak terulang. “Saya minta kepada pihak sekolah memberikan sanksi kepada pelaku,” ujarnya.

Chairul Pasaribu yang mengaku sebagai pendiri dan pembina sekolah itu menambahkan, sehari setelah peristiwa ditendangnya siswa SDI kelas VI Nurul Hidayah itu, dia bersama Bimas dan kepolisian setempat datang ke sekolah untuk mengetahui peristiwa yang sebenarnya.

Tapi saat itu, belum ada penjelasan secara langsung dari guru itu (NH), namun istrinya mengaku bahwa persoalan itu sudah dimusyawarahkan.

Sementara itu saat Monde menghubungi sekolah itu beberapa kali melalui telepon untuk mendapat konfirmasi mengenai persoalan ini, nomor yang dituju tidak ada yang mengangkat.(sud)

^^ Kembali ke atas

Copyright © PT. Aksara Depok Makmur (Penerbit Skh. Monitor Depok), November 2004 - 2008. v1