Make this site your Homepage Add to Favorites
Pencarian berita  
Jumat, 29 Agustus 2008
 
BEBENAH, 14-Mei-2008 12:42:40 WIB
_ Versi cetak _ Versi PDF
Warga Beji diminta berantas maksiat
Oleh: Nur Hasan
  Berita Lainnya
Rehab kantor Kelurahan Curug Rp800 juta
KPU jangan campuri internal parpol
Warga bersihkan Setu Jatijajar
TANAH BARU, MONDE: Untuk tetap melestarikan Beji sebagai kawasan agamis, tokoh muda Tanah Baru, Nur Hasan mengimbau masyarakat khususnya generasi muda memberantas segala macam praktek kemaksiatan yang mungkin berlangsung di wilayah tersebut.

“Sebagai orang asli Depok, tentu saja sangat memalukan apabila di kampung kita Tanah Baru sampai terjadi perbuatan maksiat, seperti kasus homo,” tandasnya.

Saya imbau, lanjut dia, warga khususnya kawula muda untuk memberantas segala bentuk kemaksiatan menanggapi pemberitaan seputar kasus sodomi yang terjadi di Tanah Baru, beberapa waktu lalu.

Putra mantan kepala desa Tanah Baru era 1980-an itu mengatakan, apabila dalam suatu kampung terdapat perbuatan maksiat, namun tidak segera dicegah, maka daerah itu akan menanggung dosanya.

”Kampung itu akan dilaknat Allah SWT apabila tokoh agama atau tokoh masyarakat sampai membiarkan perbuatan maksiat tetap merajalela. Kami tidak menginginkan laknat Allah diturunkan di Tanah Baru maupun Beji,” tegasnya.

Tanah Baru atau Beji sejak dahulu, katanya, cukup dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki masyarakat penganut agama yang cukup kuat, sehingga mendapat julukan sebagai daerah agamis.

”Orang-orangtua kami mengamanatkan agar daerah kami jangan sampai tersentuh kegiatan kemaksiatan,” tuturnya.

Kasus sodomi yang sempat dilansir media massa beberapa waktu lalu, menurut dia, beruntung warga bersikap cepat mengatasinya sebelum menjalar ke masyarakat lainnya.

”Meski pukulan bagi kami sebagai warga asli Tanah Baru, tapi beruntung hal itu cepat diatasi masyarakat. Kami berharap kasus sodomi sebelumnya adalah yang pertama dan terakhir, tidak ada dua, tiga, apalagi sampai menjadi penyakit masyarakat,” tegasnya.

Selain dikenal sebagai daerah agamis, menurut dia, Beji juga menjadi salah satu kota intelektual, karena terdapat dua perguruan tinggi, yakni Universitas Indonesia dan Universitas Gunadharma, selain itu juga permukiman para dosen dan pejabat, baik pusat maupun daerah.

“Beji kan tempatnya para intelektual, salah satunya orangtua kita (Wakil Walikota Depok) rumahnya di Beji. Saya kira orang Beji, khususnya Tanah Baru berkewajiban menjaga dan melestarikan tradisinya yang agamis,” katanya.(mj)

^^ Kembali ke atas

Copyright © PT. Aksara Depok Makmur (Penerbit Skh. Monitor Depok), November 2004 - 2008. v1