| | | AJANG DUIT, 10-Okt-2008 07:46:01 WIB | | | Krisis keuangan di Amerika Serikat Pariwisata RI tak terguncang | JAKARTA, MONDE: Ketua Association of Indonesian Travel Agencies (Asita) Ben Sukma menegaskan AS tidak termasuk pasar utama pariwisata RI sehingga krisis di negara itu tidak berdampak signifikan bagi pariwisata Indonesia.
Namun dia khawatir adanya pengaruh krisis finansial di AS terhadap negara-negara yang selama ini menjadi andalan pariwisata RI karena pihaknya belum mengetahui pasti dampak krisis di AS ke negara-negara tersebut.
Dia memperkirakan rencana berkunjung ke Indonesia bakal ditunda jika krisis di AS berdampak ke negara-negara yang menjadi pasar utama pariwisata RI seperti Australia dan negara di kawasan Asean. Data Budpar menyebutkan tingkat kunjungan wisman Amerika ke Indonesia berkisar kurang dari 200.000 yaitu hanya 130.963 wisman atau hanya 3,79% dari total jumlah wisman.
Secara kumulatif jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Januari hingga Agustus 2008 mencapai 4,07 juta atau tumbuh 12,73% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,61 juta.
Tumbuh
Situs resmi Budpar menyebutkan selama bulan Agustus 2008, jumlah kunjungan wisman mencapai 599.506 orang atau tumbuh sebesar 5,67% jika dibandingkan dengan bulan Juli 2008 sebesar 567.364 wisman. “Pada bulan Agustus 2008, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mengalami kenaikan sebesar 5,67% dibanding Juli 2008, yaitu dari 567.364 menjadi 599.506 orang,” kata Deputi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bidang Statistik Distribusi dan Produksi, Ali Rosidi.
Dikatakannya, peningkatan jumlah kunjungan wisman pada bulan Agustus 2008 itu terutama pada pintu masuk utama seperti Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Minangkabau dan Bandara Ngurah Rai. Kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai pada Juli 2008 sebanyak 190.700 orang, sedangkan pada Agustus 2008 naik menjadi menjadi 195.800 orang atau tumbuh 2,67%.
BPS mencatat tingkat hunian kamar (okupansi) hotel berbintang di 14 Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Indonesia pada bulan Juli 2008 rata-rata mencapai 52,37% atau naik tipis jika dibanding Juni 2008 sebesar 52,37%. Sementara itu okupansi tertinggi, dari 14 Daerah Tujuan Wisata (DTW) di tanah air, terjadi di Bali. Pada Juli 2008 rata-rata mencapai 68,13% atau naik tipis jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya Juni 2008 sebesar 67,90%.
“Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Bali naik tipis yaitu dari 67,90% pada Juni 2008 menjadi 68,13% pada Juli 2008,” Ali Rosidi. BPS mencatat untuk lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 14 DTW selama bulan Juli 2008 adalah 2,16 hari atau naik 0,10 hari dibanding Juni 2008.(aji) |
|
|
|