| | | AJANG DUIT, 06-Sep-2008 08:27:05 WIB | | | 2009, PU butuh dana infrastruktur Rp58,7 triliun | JAKARTA, MONDE: Departemen Pekerjaan Umum membutuhkan anggaran dana tahun 2009 sebesar Rp58,7 triliun guna mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Strategis (Renstra) tahun 2004-2009.
Dalam situs resmi departemen pekerjaan umum disebutkan jumlah tersebut termasuk kebutuhan dana APBN-P II sebesar Rp3,7 triliun untuk pelaksanaan kontrak tahun jamak, pelaksanaan kegiatan yang tertunda akibat kebijakan penghematan 10% dan perhitungan eskalasi sebagai akibat kenaikan BBM jika tidak bisa tertampung tahun ini.
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR mengatakaan saat ini dana yang tersedia dalam pagu sementara Departemen PU dalam Surat Edaran Menteri Keuangan sebesar Rp35,6 triliun.
“Oleh karenanya Menteri PU meminta dukungan Komisi V DPR RI untuk mendukung sepenuhnya usulan rencana kerja Departemen PU tahun 2009 agar sasaran Renstra tahun 2004-2009 dapat tercapai,” katanya, Kamis (4/9).
Menurut dia prioritas pembangunan infrastruktur pekerjaan umum tahun 2009 adalah pemenuhan pelayanan dasar, percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan upaya pemberantasan korupsi, reformasi birokrasi dan pemantapan demokrasi.
Untuk pemenuhan pelayanan dasar di bidang Sumber Daya Air adalah pemenuhan pelayanan dasar air baku. Sementara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dilakukan pembangunan, rehabilitasi, O&P irigasi dan rawa, pembangunan waduk, embung, pengendalian banjir, pengembangan peran petani pemakai air.
Di bidang Bina Marga adalah pembangunan jalan lintas/lingkat pada pulau terluar dan perbatasan di Papua, lintas selatan pulau jawa, perbatasan Timor Leste & Serawak-Malaysia dan jalan milik pemerintah daerah yang masuk kategori jalan strategis nasional namun pemda tidak mampu membangun.
Untuk memacu pertumbuhan ekonomi akan dibangun akses jalan pusat produksi ke jalan lintas, akses jalan ke kawasan industri, jalan lintas nasional, jalan akses industri dan pelabuhan maupun bandara serta pembangunan jalan tol.
Sedangkan di bidang Cipta Karya akan diprioritaskan pada penyelesaian kawasan kumuh, pembangunan rusunawa dan prasarana dasarnya.(aji) |
|
|
|