| | | AJANG DUIT, 06-Sep-2008 08:25:35 WIB | | | Selama puasa dan lebaran Stok daging ayam capai 120.000 ton | JAKARTA, MONDE: Stok daging ayam secara nasional untuk memasok kebutuhan selama bulan puasa dan lebaran mencapai 120.000 ton. “Stok nasional kita untuk daging ayam aman,” kata Ketua Harian Pusat Data dan Informasi (Pinsar) Unggas, Hartono, kemarin.
Dia mengatakan pasokan daging ayam sampai awal bulan puasa ini cukup dan harga pun tidak terlalu tinggi di tingkat petani atau peternak.
Menurut Hartono, harga daging ayam di tingkat petani hari Jumat (5/9) mencapai Rp13.500 per kilogram. Harga ini sudah mengalami penurunan jika dibanding saat menjelang puasa.
“Harga sekarang mulai turun. Biasanya memang harga naik menjelang puasa dan awal puasa, tapi setelah itu pasti akan turun karena permintaan juga relatif turun,” ujar Hartono.
Sementara itu, harga telur ayam di tingkat petani saat ini mencapai Rp14.000 hingga Rp14.200 per kilogram, ujar dia. Harga telur dan daging ayam tersebut memang tidak sama dengan harga di pasaran karena terpaut biaya distribusi.
“Dari petani memang ayam Rp13.500 per kilogram, tapi memang hitungan penjual beda-beda di pasaran. Ada yang sampai Rp23.000 per kilogram,” katanya.
Menurut dia, seperti tahun 2007 lalu stok daging ayam sebesar 120.000 ton relatif cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa dan lebaran nanti.
Ayam gelonggongan
Namun demikian, dia mengatakan, stok cadangan daging ayam tetap ada dalam jumlah normal yakni 5% dari total stok nasional. Stok cadangan atau cadangan strategi ini akan dikeluarkan jika memang suplai dirasa masih kurang.
Menyinggung soal isu ayam gelonggongan, dia memastikan isu tersebut tidak akan mempengaruhi jumlah permintaan daging ayam di awal bulan puasa tersebut.
“Permintaan daging ayam tidak terpengaruh. Normal saja seperti pada puasa-puasa sebelumnya,” katanya, tulis Antara.
Menurut dia kasus ayam gelonggongan sebenarnya tidak hanya terjadi saat bulan puasa tetapi juga pada bulan bulan-bulan lain. Dia mengatakan kasus ayam gelonggongan merupakan upaya penipuan penjual untuk mengambil untung dari timbangan.
“Untuk kasus ayam biasanya air ada di bawah lapisan kulit ayam. Cara untuk memastikan apakah itu ayam gelonggongan atau tidak coba daging ayam dipencet agar air keluar,” ujar dia.
Menurut dia, kasus penipuan pada ayam dan daging terjadi dimana-mana, karena itu pembeli lah yang harus lebih teliti saat membeli, baik di pasar tradisional maupun di pasar modern. |
|
|
|