| | | AJANG DUIT, 28-Ags-2008 08:02:21 WIB | | | Antrean semakin parah Depok kekurangan SPPBE | CINANGKA, MONDE: Menurut pantauan Monde, antrian kali ini semakin parah bahkan puluhan mobil harus rela mengantri hingga keluar lokasi khususnya mobil yang membawa muatan gas berukuran 3 kg.
Entong, salah satu karyawan agen gas di daerah Sawangan itu mengatakan jumlah permintaan yang semakin meningkat dari konsumen menyebabkan setiap pengisian tabung gas selalu habis terjual.
Bahkan para karyawan
agen gas rela bermalam di lokasi pegisian untuk mendapatkan tabung gas.
“Permintaannya makin melonjak. Biasanya kita memasok sekitar 300 tabung ukuran 3 kg, kini permintaannya bisa dua kali lipat. Kami cukup repot untuk memenuhinya,” katanya.
Hal senada dikatakan Salim, salah satu karyawan agen gas yang berdomisili di Sukmajaya. Menurut dia, sejak kenaikan harga tabung ukuran 12 kg, kini banyak warga yang kemungkinan besar beralih ke gas 3 kg.
Faktor lainnya adalah adanya konversi minyak tanah ke tabung gas serta tidak adanya penambahan stasiun pengisian bahan bakar elpiji.
“Permintaanya gas elpiji bisa meningkat hingga 80% dari hari biasanya,” ucapnya.
Dia menjelaskan hampir seluruh warga depok beralih ke gas sehingga pemerintah harusnya sudah menambah SPPBE baru. “Kalau cuma satu yah kedepannya antrean akan sama aja, nggak selesai-selesai,” keluhnya.
Untuk itu baik Salim maupun Entong berharap ada penambahan SPPBE di Depok karena melihat jumlah permintaan yang semakin meningkat yang diperparah dengan area layanan yang makin luas.
Ketua Hiswanamigas Depok Yahman Setiawan mengatakan permintaan gas akan melonjak menyusul adanya program konversi minyak tanah. “Depok September ini sudah 100% dikonversi di gas yang harus dipasok dari Depok,” katanya.
Dia menjelaskan Pemkot Depok harus cepat merespon adanya perubahan permintaan gas yang drastis tersebut agar tidak memicu terjadinya gejolak sosial akibat kelangkaan gas.
Caranya, tiga SPPBE baru yang izin prinsip pembangunannya telah diajukan ke Pemkot segera diproses. “Ada tiga SPPBE yang akan dibangun di Depok, tapi izin prinsip Walikota belum turun,” katanya.
PT Pertamina (Persero) mengeluarkan izin pembangunan tiga stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPPBE) kepada tiga perusahaan pemasok gas di Kota Depok guna menjamin pasokan bahan bakar gas di Kota ini.
Izin pembangunan tiga SPPBE tersebut menyebabkan jumlah stasiun pengisian bahan bakar gas bakal bertambah menjadi empat sehingga akan melengkapi kebutuhan masyarakat Depok dan sekitarnya terhadap gas.(why/aji) |
|
|
|