| | | AJANG DUIT, 27-Ags-2008 08:49:09 WIB | | | Aset BSM Depok naik 50% | MARGONDA, MONDE: Selama tiga tahun terakhir, Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Kota Depok mencatat pertumbuhan aset hingga mencapai 50% menyusul besarnya potensi pasar produk syariah di daerah ini.
“BSM bisa dikatakan sebagai market leader produk syariah di Depok. Cabang ini baru berusia sekitar 4 tahun, namun selama kurang dari tiga tahun ini pertumbuhan aset sangat pesat yakni 50%,” kata Pranowo Adi, Marketing Manager BSM Depok, pekan lalu.
Kondisi ini, menurut dia, tidak terlepas dari karakter masyarakat Depok sendiri yang agamis sehingga memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan produk syariah di daerah ini.
Selain masyarakat dari kalangan muslim, nasabah yang datang juga dari kalangan non muslim. Hal itu sesuai dengan sifat universal yang dimiliki produk syariah dan pelayanan yang lebih baik dari bank lainnya sehingga nasabah makin nasabah.
“Kepercayaan tentu buah dari kerja keras. Dengan memberikan pelayanan yang prima, kemudahan dalam hal akses yang cepat sehingga nasabah tak perlu mengantre untuk melakukan transaksi,” katanya.
BSM sendiri memiliki dua jenis layanan. Selain layanan tabungan, juga menyediakan layanan pembiyaan yang dibagi ke dalam pembiayaan konsumer dan pembiyaan griya.
Belum lama ini PT. Jamsostek juga menjadikan BSM sebagai mitra dengan meluncurkan program pembiayaan uang muka perumahan
(PUMP) yang ditujukan bagi para peserta Jamsostek.
Peserta Jamsostek yang mengambil program ini melalui BSM akan mendapatkan keuntungan. Salah satunya dengan mendapat pricing yang lebih murah, angsuran yang juga lebih ringan.
Jamsostek telah mengalokasikan dana pinjaman sebesar Rp90 miliar untuk 6.000 peserta. Berdasarkan arahan Menneg BUMN, angka itu akan berubah menjadi Rp300 miliar untuk 20.000 pekerja.
BSM sendiri merupakan peserta Jamsostek dengan iuran yang sudah dibayarkan tahun ini mencapai Rp1,3 miliar. Pada 2007, total iuran yang dibayar sebesar mencapai Rp 2,4 miliar.
Hingga kwartal I tahun ini, BSM mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp69,16 miliar, meningkat 33,72% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp51,716 miliar. Perolehan laba didorong peningkatan pembiayaan dari Rp7,65 triliun pada akhir Maret 2007 menjadi Rp11,15 trilliun pada periode yang sama tahun ini.(m-11) |
|
|
|