Make this site your Homepage Add to Favorites
Pencarian berita  
Jumat, 29 Agustus 2008
 
AJANG DUIT, 24-Jul-2008 09:48:40 WIB
_ Versi cetak _ Versi PDF
‘Siapkan blue print pariwisata’
  Berita Lainnya
Depok kekurangan SPPBE
Tiket mudik ramai dipesan
Pelanggan PLN diminta bayar tepat waktu
Bagaimana Anda melihat peluang sektor pariwisata Depok untuk berkembang? Sektor pariwisata tetap memiliki prospek menjanjikan, namun Kota Depok tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus terintegrasi dengan daerah lainnya seperti kawasan Megapolitan lainnya bahkan Bandung.

Di daerah ini sendiri, potensi pariwisata cukup menjanjikan kendati tergantung bagaimana pemerintah dan pelaku pariwasata bekerjasama mengembangkannya.



Menurut Anda, apa yang bisa dijual di Depok?

Banyak yang bisa dijual misalnya masjid Kubah Mas yang namanya sudah dikenal di berbagai daerah di Indonesia bahkan Asean. Di daerah ini juga tercatat banyak danau (situ) yang bisa dikemas menjadi paket wisata, lapangan golf dan lembaga pendidikan, wisata belanja, kuliner dan sejarah. Namun semua itu membutuhkan sinerji antara Pemkot dan pelaku usaha.



Apakah Pemkot Depok pernah mengajak pelaku pariwisata duduk bersama menyatukan visi?

Setahu saya belum sehingga ada kesan pelaku pariwisata dengan Pemkot jalan sendiri-sendiri, padahal pengembangan pariwisata memerlukan sinergi antara pelaku dengan pemerintah. Bukan hanya itu saja, kami juga belum mendengar Pemkot Depok memiliki rencana induk pariwisata daerah (Ripda) karena kami belum pernah diajak membahasnya.



Menurut Anda, apakah Ripda itu sangat penting?

Tentu penting karena Ripda atau blue print (cetak biru) menjadi pijakan utama dalam mengembangkan pariwisata. Menurut saya, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dalam menjadikan sektor pariwisata sebagai unggulan daerah ini seperti mendorong pelaku membuat paket-paket pariwisata, membuat tagline dan memperbaiki infrastruktur.



Mengenai arus turis, Pemkot punya target 1 juta turis selama 2008 ini, Apa realistis?

Sangat berat dan tergantung turis mana yang dijadikan target, apakah domestik atau asing. Terus terang, kita menghadapi kendala dalam menjual Depok sebagai destinasi wisata bagi kedua pangsa itu apalagi sebagian besar pelaku pariwisata belum memiliki paket wisata di daerah ini yang dijual ke daerah lainnya.



Asita Depok sendiri apa programnya?

Pengurus Asita tengah mendorong anggotanya untuk memperbanyak paket-paket wisata ke daerah ini dan dalam waktu dekat, kami akan menggelar pertemuan internal untuk menyusun rencana pengembangan pariwisata di daerah ini berdasarkan pandangan Asita untuk disampaikan ke Pemkot Depok.



Apa harapan Asita?

Kami berharap Pemkot dan pelaku pariwisata bisa duduk bersama, menyatukan visi dan program mengembangkan pariwisata dan cara menarik turis. Menjual Depok ke mancanegara masih ada kendala soal citra Indonesia yang belum pulih, sedangkan di domestik daerah ini belum dikenal sebagai daerah tujuan wisata. Ini yang harus dijawab bersama. (Pewawancara: Tularji)

^^ Kembali ke atas

Copyright © PT. Aksara Depok Makmur (Penerbit Skh. Monitor Depok), November 2004 - 2008. v1