Make this site your Homepage Add to Favorites
Pencarian berita  
Jumat, 25 Juli 2008
 
AJANG DUIT, 15-Mei-2008 12:38:55 WIB
_ Versi cetak _ Versi PDF
Terkesan dianaktirikan
Pengusaha Depok sindir Pemkot
  Berita Lainnya
Hipmi gelar bazar tanaman hias
‘Siapkan blue print pariwisata’
60% RS belum terakreditasi
MARGONDA RAYA, MONDE: Sejumlah pengurus dan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Depok menggelar pertemuan di Gedung Toyota Setiajaya Jl Margonda, Selasa (13/5) malam.

Hadir dalam pertemuan itu a.l Ketua Kadin Depok Yusuf Setiawan, Mantan Ketua Kadin Yahman Setiawan, Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Partai Golkar Babai Suhaimi, sejumlah pengurus dan anggota Kadin lainnya. Pertemuan yang diakhiri dengan acara makan malam bersama tersebut menyiratkan adanya ketikdakharmonisan hubungan para pelaku usaha di kota ini dengan Pemerintah Kota Depok.

Acara dimulai dengan sambutan Ketua Kadin Kota Depok Yusuf Setiawan. Dia mengatakan sering melihat di televisi bagaimana Ketua Kadin berjalan beriringan bersama Presiden atau Wakil Presiden di berbagai kegiatan.

“Kalau di televisi, saya melihat Ketua Kadin berjalan beriringan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atau Wapres Jusuf Kala (JK), namun pemandangan seperti itu tidak terjadi di daerah Depok,” katanya.

Usai pembukaan, acara

dilanjutkan dengan dialog. Sejumlah anggota Kadin memberikan pandangannya mengenai dunia usaha di Kota Depok, bahkan ada yang menyindir kebijakan Pemkot Depok tidak pro pengusaha lokal.

Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Partai Golkar Babai Suhaimi mengatakan Pemkot, DPRD dan Kadin merupakan mitra strategis yang tidak bisa dipisahkan dalam membangun kota ini.

Dia meminta Kadin memberikan masukan kepada Pemkot Depok dan DPRD.

Babai mempertanyakan apa yang telah dilakukan pelaku usaha daerah ini terhadap tender proyek yang senilai total Rp12 miliar yang selalu dimenangkan oleh pengusaha luar daerah.

Namun mantan Ketua Kadin Yahman Setyawan ketika dimintai tanggapanya mengenai minimnya pengusaha lokal memenangkan tender proyek yang dibiayai APBD justru balik menanyakan kesiapan pelaku usaha daerah ini.

“Apakah memang pengusaha Depok itu sudah mampu menangani tender yang nilainya sampai miliaran rupiah?” tutur Yahman balik bertanya.

Ketika dikonfirmasi mengenai ketidakharmonisan hubungan Kadin Depok dengan Pemkot Depok, Yusuf membantah.

Soal dianaktirikannya pengusaha lokal dalam tender proyek yang dibiayai APBD, dia menjelaskan yang mengetahuinya adalah hati nurani masing-masing pihakl, baik pengusaha maupun penyelenggara tender.(ina)


^^ Kembali ke atas

Copyright © PT. Aksara Depok Makmur (Penerbit Skh. Monitor Depok), November 2004 - 2008. v1