| | | AJANG DUIT, 14-Mei-2008 12:28:48 WIB | | | OP minyak goreng diserbu warga | TUGU, MONDE: Ratusan warga di empat kelurahan yakni Cisalak Pasar, Palsigunung Selatan, Mekarsari dan Tugu mendatangi kantor kelurahan untuk mendapatkan minyak goreng (migor) bersubsidi.
Marni, warga Tugu yang memegang kupon berwarna merah tampak antusias melangkahkan kakinya melewati pintu masuk Aula kelurahan untuk mendapatkan minyak goreng bersubsidi. Dia mengatakan kualitas migor berbeda dengan yang dijual di pasar tradisional, namun dia mempertanyakan kualitas migor. “Kok warnanya keruh, dan tidak sejernih apa yang ada di pasar tradisional,” katanya kepada Monde.
Namun dia bersama warga lainnya bersyukur karena bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga yang dijual di pasar tradisional.
Untuk menghindari kesalahpahaman, staf kelurahan Tugu menempelkan papan informasi bertuliskan harga migor saat operasi pasar (OP), tidak ketinggalan anggota Satpol PP Cimanggis, dan anggota koramil juga ikut mengawasi pelaksanaan operasi pasar tersebut.
Lurah Tugu Sopian Suri mengatakan telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai adanya kegiatan operasi pasar minyak goreng tersebut.
Menurut dia, dalam operasi pasar ini, setiap kepala keluarga diberikan jatah dua liter dengan harga 18.000.
“Mudah-mudahan animo masyarakat tinggi pada saat operasi migor,” ujarnya.
Awalnya harga minyak goreng 23.000 per dua liter dan dipotong Rp 5000 menjadi 18.000. Potongan itu diberikan setelah pemerintah meluncurkan program subsidi minyak goreng sebesar Rp2.500 per liter kepada keluarga miskin.
Dia menyebukan sejumlah pihak mengusulkan agar operasi pasar tidak dilaksanakan di kantor kelurahan, tapi digelar di tingkat RW.
Di kelurahan Tapos rencananya digelar pada (14/5), Plt Lurah Tapos Jarkasih mengatakan sudah melakukan sosialisasi operasi pasar.
Pelaksanaan operasi pasar migor di Tapos untuk warga di Tiga kelurahan Cimpaeun, Cilangkap dan Leuwinanggung.(m-10) |
|
|
|