Make this site your Homepage Add to Favorites
Pencarian berita  
Jumat, 08 08 2008
 
AJANG DUIT, 12-Mei-2008 12:53:58 WIB
_ Versi cetak _ Versi PDF
Minyak bisa turun ke US$80 per barel
  Berita Lainnya
Tunda SKB pengalihan jam kerja
Kontraktor ancam stop kerja jika eskalasi harga ditolak
Telan Rp11,76 miliar
JAKARTA, MONDE: Analis Lehman Brothers memperkirakan harga minyak tahun depan bisa menyurut ke level US$80 per barel kendati saat ini harga komoditas ini sudah mencapai di atas US$125 per barel.

Lehman beralasan, harga minyak bisa turun karena permintaan dunia yang melemah dan negara eksportir besar seperti Arab Saudi bakal memompa lebih banyak minyak dari perut bumi. Saat ini, para ahli perminyakan di Arab Saudi di ketahui tengah membuat beberapa proyek yang bisa meningkatkan cadangan minyak hingga mencapai 1,3 juta barel per hari.

Angka itu melebihi dari perkiraan penambahan permintaan minyak internasional pada tahun depan mencapai 900.000 barel per hari, padahal produksi minyak negara Arab Saudi saat ini mencapai 10 juta barel per hari.

Analis Lehman James Crandell mengatakan sejumlah analisis memperkuat bukti-bukti bahwa harga minyak bakal berbalik turun seperti permintaan minyak China yang meningkat gara-gara pelaksanaan Olimpiade bisa diserap oleh pasar.

Di sisi lain, Iran masih memiliki cadangan minyak hingga mencapai 28 juta barel yang belum disuling dan dimurnikan. “Cadangan minyak itu saat ini tengah menunggu untuk dipasarkan,” seperti dikutip Forbes.


^^ Kembali ke atas

Copyright © PT. Aksara Depok Makmur (Penerbit Skh. Monitor Depok), November 2004 - 2008. v1