Make this site your Homepage Add to Favorites
Pencarian berita  
Sabtu, 22 November 2008
 
OPINI, 25-Ags-2008 07:54:16 WIB
_ Versi cetak _ Versi PDF
Pemilu di tangan Tim Seleksi Calon Anggota KPUD
  Berita Lainnya
Century, satu fragmen risiko likuiditas
Makna nilai korporat
Ada apa dengan LSM...?
Berdasarkan hasil verifikasi administrasi yang dilakukan tim seleksi maka ada sekitar 57 balon yang lulus seleksi administratif dan berhak mengikuti seleksi tertulis pada 25 Agustus 2008 di Kampus Universitas Indonesia, Depok.

Setelah memperoleh 20 dari 57 balon hasil seleksi tertulis, kabarnya para balon yang lulus seleksi tertulis akan diumumkan ke publik untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat melakukan tanggapan terhadap figur balon tersebut.

Sehingga harapannya nanti hasil kerja tim seleksi benar-benar domokratis dan telah memenuhi keinginan dan harapan publik Depok, mengenai sosok atau figur seorang anggota KPUD Depok mendatang yang mumpini dan idealis.

Tahapan seleksi yang harus dijalani para nominator anggota KPUD Depok cukup panjang, dan mungkin melelahkan. Pasalnya, keduapuluh nominator tadi selanjutnya akan disaring kembali hingga tersisa sebanyak 10 bakal calon, yang selanjutnya akan diajukan ke KPU Provinsi Jawa Barat.

Untuk bisa menentukan dan menetapkan lima anggota KPUD Kota Depok tentu saja bukan persoalan semuda membalikan telapak tanggan; bim sala bim….!

Artinya, para calon tidak sekadar lulus dalam fit and propertes, baik di tingkat Kota Depok maupun di tingkat Jawa Barat. Sebab, kelulusan tidak hanya berhenti di tahapan tes administratif, tertulis atau wawancara maupun fit and propertes yang bersifat verbal.

Akan tetapi seleksi terhadap seorang anggota KPUD Depok cukup panjang, tidak sekadar menyelesaikan tugasnya selama lima tahun kedepan saja, namun tanggungjawabnya sebagai warga negara yang baik dan umat beragama yang menuntutnya untuk menjadi para kalifah dalam melaksanakan pesta demokrasi, seperti Pemilu Legislatif, Pilkada maupun Pilpres.

Tergantung KPUD

Warna-warni pesta demokrasi di Kota Depok mendatang sangat ditentukan pada idealisme, dedikasi, loyalitas, moralitas, integritas dari kelima anggota KPUD Depok nanti.

Sebab, ucapan dan perbuatan kelima anggota KPUD Depok yang dapat menentukan—tidak sekadar sukses atau gagalnya pesta demokrasi, tapi ekses dan efek dari pesta demokrasi yang berakibat pada disharmonisasi dan berunjung pada potensi disintegrasi masyarakat di Depok.

Apalagi sekarang ini tercatat ada 38 partai politik peserta Pemilu 2009, meski di Depok hanya sekitar 32 partai politik. Bahkan, diprediksi ada sekitar 1.800 calon legislatif di Kota Depok tahun depan akan bertarung dalam kancah Pemilu. Bisa dibayangkan suasana Pemilu nanti, terutama pada saat kampanye.

Tidak terbayangkan tahun depan nanti, Depok dengan cakupan wilayah seluas 20.000 hektar yang terbagi dalam enam kecamatan dan meliputi 63 kelurahan, dengan penduduk sekitar 1,2 juta jiwa, kemungkinan potensi konfliknya begitu besar. Tentu saja dibutuhkan kepiawaian, kearifan, keluwesan dan ketegasan dalam bersikap dari penyelenggara Pemilu (Legislatif, Pilkada maupun Pilpres) nanti.

Jadi bukan saja lembaga KPUD independen, tapi para anggota maupun staf kesekretariatan KPUD itu harus lebih independen dalam bersuara maupun bersikap. Kita tidak menginginkan KPUD Depok mendatang menggunakan standar ganda dalam bersikap.

Belajar dari Pilkada Kota Depok tahun 2004, hendaknya pengalaman buruk tersebut menjadi pelajaran berharga yang untuk pertama dan terakhir kali terakhir di kota yang kita cintai ini.

Tidak ada seorang pun warga Depok menginginkan kota ini nasibnya menyerupai provinsi Maluku Utara. Bagaimana bisa membangun kota ini dan bercita-cita menyejaterahkan masyarakat, apabila situasi politik dan keamanan tidak memberikan garanti bagi masuknya calon investor di kota ini.

Meski tidak ada relevansinya, tapi tidak berarti peranan tim seleksi calon anggota KPUD Depok tidak bisa dilepaskan dari tanggungjawabnya. Pasalnya, lahirnya seorang calon anggota KPUD Depok—mulai dari tahapan pendaftaran hingga penentuan 10 nominator calon anggota KPUD Depok (sebelum dikirim ke provinsi Jawa Barat) sangat ditentukan suara dan perbuatan kelima anggota tim seleksi.

Jika mencermati ke-57 balon yang lulus seleksi administratif, tentu saja sebagian warga Depok, khususnya elemen masyarakat, elit politik atau para aktivis di Kota Depok sudah bisa membaca warna-warni para balon yang dinyatakan lulus seleksi administrasi.

Tidak berasumsi negatif, apalagi apriori atau antipati, jika menyimak pengumuman tim seleksi di harian Monitor Depok (22/8), puluhan balon yang lulus administrasi ini boleh dibilang tidak sedikit nama-nama yang selintas dan cukup dikenal publik.

Artinya, ada yang memang pernah menjadi anggota KPUD, PPK maupun PPS, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), tapi ada pula yang mungkin pernah berpartisipasi di lembaga swadaya masyarakat (LSM), yang mungkin juga ada yang berasal dari anggota masyarakat biasa alias selama ini tidak pernah tampil di gelanggang demokrasi, baik di tingkat Kota Depok atau nasional.

Penulis tidak mau menyoroti siapa dan apa dari balon anggota KPUD Depok, selain tidak memiliki kapasitas untuk, juga tidak mengenal secara emosional, dan memang tidak mengenal sosoknya.

Namun tidak salahnya apabila penulis menaruh harapan besar, ya mungkin juga warga Depok, kiranya para nominator yang memang pada akhirnya terpilih karena lulus seleksi secara obyektif, tentu saja tidak sampai lupa diri, dan tidak mengkhianati amanah atau kepercayaan masyarakat Depok.

Sebab, pesta demokrasi nanti sangat menentukan roda pembangunan Kota Depok ke depan.Dan hal itu ada di tangan kelima anggota KPUD Depok mendatang. Selamat…!

^^ Kembali ke atas

Copyright © PT. Aksara Depok Makmur (Penerbit Skh. Monitor Depok), November 2004 - 2008. v1