| | | OPINI, 14-Mei-2008 12:45:24 WIB | | | Jadikan buku sebagai kebutuhan Oleh: Ade Haryani | Dilihat dari bentuk fisiknya buku merupakan hasil dari proses budaya yang berisikan rekaman tertulis karya-karya pemikiran dan imajinasi seseorang atau suatu kelompok manusia tentang sesuatu hal dalam perjalanan dan pergulatan hidupnya.
Dalam perkembangannya buku diakui secara universal sebagai wahana informasi dan sumber ilmu pengertahuan yang efektif dan populer untuk keperluan pendidikan, pengembangan ilmu dan teknologi, penelitian, pengumpulan dan pelestarian budaya, dan sebagainya.
Walaupun saat ini media elektronik telah maju dengan pesat dan secara cepat dapat menyajikan informasi yang up to date/terbaru, namun buku tetap merupakan sarana yang paling populer bagi keperluan alih ilmu dan pengantar informasi, sebab buku mudah disimpan, dibawa, dibaca oleh siapapun, dimanapun dan kapanpun.
Tidak disangkal lagi bahwa buku mempunyai peran yang sangat penting untuk mencerdaskan bangsa dan mensejahterakan kehidupan masyarakat.
Kurang lebih penduduk Indonesia 230 juta jiwa merupakan prospek pasar yang menarik bagi industri buku, 40% diantaranya usia sekolah dan 70% tinggal di perkotaan yang modern.
Namun melihat kenyataan yang ada kini, sebagian besar penduduk belum menjadikan buku sebagai sahabat, dengan kata lain setiap orang tidak setiap hari membaca/mengkonsumsi buku.
Banyak faktor yang menyebabkan hal ini diantaranya adalah karena tidak dibiasakannya nnasyarakat membaca (tetapi cenderung lebih suka-mendengar/menonton), kurangnya toko buku, kurangnya perpustakaan umum di setiap tempat atau masyarakat tidak cukup uang untuk membeli buku.
Apalagi melihat keadaan sekarang, yang serba mahal dan serba naik harga, tidak terkecuali harga kertas yang membungbung tinggi yang dampaknya industri perbukuan akan menaikkan harga buku. Akan kah masyarakat membeli bukit dengan harga yang ‘tidak masuk akal’?
Melihat kondisi di atas, alangkah sulitnya mencapai masyarakat yang bersahabat dengan buku, yang dapat mencerdaskan dan mensejahterakan. Bagaimana mengubah masyarakat menjadikan buku sebagai kebutuhan hidup?
Berbeda dengan produk lain yang keberadaannya relatif mudah diperoleh, banyak ditemui. Misal saja masyarakat perkotaan (setingkat Depok yang nota bene dekat dengan Jakarta) jika kita berkunjung ke salah satu mal yang ada di Depok, bisa diamati, dari sekian banyak toko yang ada di mal, toko buku bisa dihitung dengan jari, beda dengan toko baju, sepatu atau toko yang menyediakan kebutuhan fashion lainnya cukup banyak.
Produk buku itu unik, berbeda dengan produk yang lain, misalnya sabun, atau produk lainnya yang sekali/beberapa kali pakai akan habis, orang akan membelinya kembali produk yang sama. Tapi tidak demikian dengan buku, masa pakai buku sangat lama, bertahun-tahun bahkan bisa tersimpan sampai ratusan tahun.
Informasi
Hanya bisa habis kalau rusak, atau terbakar. Keunggulan lainnya sebuah buku tidak hanya dibaca oleh satu orang tetapi bisa lebih. Apalagi jika isi buku tersebut menarik dan dapat memberikan manfaat bisa berupa informasi, pengetahuan, hiburan dan pendidikan bagi pembacanya.
Di sisi lain pertumbuhan penerbit baru relatif signifikan, mulai buku anak, novel, teks, buku hobi, agama dsb. terutama buku-buku Islam. Tapi hanya masyarakat tertentu saja yang mencintai buku, dan selalu menanti buku dengan judul baru.
Dalam hal memetakan siapa pembeli buku, sangat sulit dipetakan, penyebab utamanya karena pembeli buku selalu berubah-rubah. Pembeli yang hari ini membeli buku X belum tentu menjadi pembeli buku X kembali atau buku Y esok lusa.
Berbeda dengan pelenggan koran dan majalah, pembeli buku selalu berubah. Setiap kali menerbitkan buku baru, sebuah penerbit harus mencari pelanggan dan pembeli baru. Kalaupun ada pelanggan tetap mereka adalah anggota klub pecinta buku penerbit tersebut atau buku yang diterbitkan berseri.
Perlu adanya program kampanye pengembangan minat dan budaya membaca yang dilakukan secara terus menerus. Dengan bertambahnya minat dan budaya membaca akan berdampak pada bertambahnya permintaan akan buku.
Banyak kegiatan yang harus dilakukan - baik oleh pemerintah, pendidik dan insan perbukuan, Ikapi - untuk menjadikan buku sebagai salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia.
. Penulis adalah staf pengajar Jurusan Teknik Grafika Penerbitan Politeknik Negeri Jakarta |
|
|
|