![]() | |
Print | |
| Tematik | |
| Tawarkan variasi tontonan | |
| 13-Mei-2008 13:16:2 | |
| Sarana hiburan semakin marak dengan kehadiran bioskop. Tayangan film dalam format layar lebar kini tampil dengan beragam fasilitas. Jika prinsip pemasaran saat ini selalu mengedepankan istilah diferensiasi, demikian juga dengan bisnis bioskop di Tanah Air. | |
| Selama ini bisnis bioskop didominasi oleh Cineplex 21 milik Grup Subentra. Namun, sejak setahun lalu Cineplex 21 mendapat saingan baru yaitu jaringan bioskop Blitzmegaplex di bawah payung PT Graha Layar Prima. Blitzmegaplex membuka bioskop pertama di kawasan perbelanjaan Bandung, dilanjutkan dengan lokasi di Grand Indonesia pada November tahun lalu, dan di Pacific Place Maret tahun ini. Pendirian bioskop ini berawal dari kisah dua orang pengusaha, yaitu Ananda Siregar dan David Hilman yang sama-sama memiliki hobi menonton. Dalam benak keduanya terpikir untuk mendirikan sendiri gedung bioskop. Mereka akhirnya menggandeng investor asing untuk membuka Blitzmegaplex yang secara resmi berdiri pada 2006. Dengan konsep fully entertainment, Blitzmegaplex hadir bukan sekadar menawarkan layar bioskop sebagai sarana hiburan, tetapi juga hiburan lain seperti biliar, kafe, games, bussiness center, digital beat store, karaoke, dan live music. Beragam fasilitas yang ada menjadikan bioskop ini berkesan mewah dan serba wah, baik dari fasilitas maupun desain interior yang ditampilkan. Inspirasi kedua pengusaha itu untuk membangun Blitzmegaplex juga didapatkan dari kesaksian mereka pada pusat hiburan basis bioskop di negara tetangga, seperti Paragon Cineplex Siam di Bangkok, dan Megabox Cineplex Seoul Korea. “Konsepnya, kalau orang ingin mencari hiburan, keluar dari dunia hiburan yang biasa, orientasinya ke Blitz saja,” ujar David Hilman yang saat ini menjabat sebagai CEO Blitzmegaplex. Blitzmegaplex juga menawarkan alternatif film yang beragam mulai dari film Hollywood hingga film-film Indie dari negara-negara Asia. Sebut saja beberapa film Korea, Jepang, China, dan Thailand, yang tidak kalah mendapat respons positif dari para penikmat film layar lebar. Bertambah Alhasil, sejak berdiri Blitzmegaplex mencatat kenaikan pertumbuhan bisnis rata-rata 15% untuk Blitzmegaplex yang berada di Paris van Java. Pihak manajemen mencatat jumlah penonton sejak berdiri pada Mei 2006 sampai Mei 2007 bertambah. Market share juga mencapai posisi 50% pada bioskop yang berdekatan dengan kompetitor. Setiap bulan market share mereka rata-rata 40% yang artinya menjadi sinyal positif bahwa bisnis ini akan berpotensi berkembang. “Orang bilang susah melawan raksasa, tetapi kalau pemainnya hanya satu, artinya begitu banyak peluang. Kami hadir untuk menjadi opsi tambahan dan variasi,” ujar Direktur Marketing Blitzmegaplex Rusli Eddy. Selain menggaet pasar anak muda kelas A dan B yang hobi hiburan, Blitzmegaplex juga berharap bahwa tempat mereka akan dijadikan salah satu pusat komunitas film berkumpul dan melakukan beragam aktivitas mereka. Ke depan Blitzmegaplex juga merealisasikan rencana pembangunan studio bioskop baru di Kelapa Gading, Bekasi, BSD, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta. Beberapa strategi pemasaran dilakukan, misalnya dengan mematok harga yang sesuai dengan hiburan yang diperoleh pengunjung. Selain itu, fasilitas blitz card yang bisa diisi ulang menjadi salah satu kiat yang cukup jitu untuk memudahkan pelanggan membeli tiket. Ada juga prepaid card yang poinnya bisa dikumpulkan untuk ditukarkan dengan berbagai hadiah menjadi salah satu daya tarik konsumen untuk membeli tiket nonton lebih sering. Tidak ketinggalan informasi mengenai profil Blitzmegaplex, review film, dan beragam promo yang ditawarkan kepada pelanggan melalui bulletin newsletter setiap bulan. Kerja sama dengan berbagai bank juga menjadi salah satu nilai tambah dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan yang akan merasa lebih nyaman tanpa perlu repot membawa uang tunai. Selain memutar film, Blitzmegaplex juga menggelar beragam kegiatan seni, salah satunya festival film yang melibatkan beragam insan film yang datang ke Blitzmegaplex. Kegiatan itu otomatis menjadi daya tarik pelanggan untuk datang. “Kami berharap pelanggan datang ke Blitz karena merasa homy, ingin jadi bagian dari event, sehingga kami bisa memberikan service supaya mereka datang ke bioskop senang,” ujar Rusli. Ke depan, kehadiran Blitzmegaplex diharapkan akan semakin mewarnai industri hiburan di Tanah Air secara lebih positif. Tentu akan semakin banyak pula pelaku industri yang ingin ikut ambil bagian.(Th D Wulandari/JBBI) | |
| online berita: Tawarkan variasi tontonan | |