![]() | |
Print | |
| Panggung | |
| ML ditunda tayang | |
| 13-Mei-2008 12:56:38 | |
| Belum tayang di bioskop, film ML (Mau Lagi) sudah mengundang kontroversi. Terlanjur mendapat cap negatif, film tersebut ditunda tayang sebulan. | |
| “F ilm ini saya tangguhkan karena bocornya thriller ke internet sehingga ada pandangan negatif terhadap film ini. Penundaan sebulan. Seharusnya, 15 Mei ini sudah rilis,” ujar produser Indika Entertainment Shanker RSB. Pihak Indika akan menunggu sampai imej negatif film ini menjadi positif. Sebab film ML justru dimaksudkan untuk memperingatkan usia muda agar jangan melakukan seks bebas. Dalam rangka membentuk imej positif, Shanker merelakan adegan di film sepanjang 15 meter tersebut dipotong oleh Lembaga Sensor Film (LSF). “Pemotongan adegan di film kita lakukan bersama LSF. Adegan sensual dan ciuman dipotong tanpa mengurangi isi cerita. Ada yang tidak dipotong LSF, tapi kami wajibkan dipotong. Semua sudah disensor,” lanjutnya. Akibat penundaan tersebut, Shanker mengalami kerugian materi dan waktu. “Seharusnya saya sudah bisa mengerjakan yang lain. Ini masih saja mengurusi film ini. Kalau kerugian nominal tidak usah dibicarakan,” tukasnya. Selain disensor dan ditunda tayang di bioskop, film tersebut juga mengalami perubahan judul. Tidak ada kata “ML”. Yang ada hanya “Mau Lagi”. “Soal judul, kita sudah cek ke kamus bahasa Inggris, istilah ML tidak ada. Ini hanya akronim. Kalau orang mengakronimkan ML dengan Making Love (bercinta), kita menjadi Mau Lagi,” tambah associate producer sekaligus pemain, Fery Irawan. | |
| online berita: ML ditunda tayang | |