Print
Peristiwa
Pelajar tawuran di kolong fly over ARH
07-Ags-2008 08:20:56
ARIF RAHMAN HAKIM, MONDE: Tawuran pelajar antara siswa SMK Baskara dengan siswa SMK Pancoran Mas “meletus” di kolong jalan layang (fly over) Arif Rahman Hakim (ARH) sekitar Stasiun Depok Baru, kemarin. Siswa dua sekolah ini disebut-sebut musuh bebuyutan sedari dulu.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, hanya saja seorang pelajar SMK Baskara yang belakangan diketahui anak seorang tentara mengalami luka di bagian kepala terkena sabetan senjata yang dibuat dari gir sepeda motor.

Baku hantam antarpelajar berseragam putih abu-abu yang terjadi sekitar pukul 13.00 itu tidak berlangsung lama. Mereka keburu kabur, kocar-kacir dikejar-kejar warga setempat yang marah melihat ulah para pelajar.

Fajar, siswa kelas 2 SMK Baskara, yang menjadi korban dalam peristiwa itu tidak ikut kabur. Darah terus bercucuran dari kepala sebelah kirinya. Dia langsung diamankan oleh warga setempat ke Pos Polisi Stasiun Depok Baru (Stadebar) ketika merintih menahan sakit.

Sementara pelaku tawuran lainnya, kabur menyelamatkan diri ke barat—ke arah PLN dan menghilang entah ke mana.

Dari Pospol Stadebar, Fajar kemudian dibawa ke Mapolsek Beji. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa senjata rakitan sendiri yang terbuat dari gir yang diikat dengan sabuk serta ikat pinggang berkepala besi yang digunakan para pelajar saat saling menyerang.

Kepada Monde, Fajar mengisahkan sedikit banyak ichwal terjadinya tawuran. “Saya tidak ada niat mau tawuran. Tapi mau berangkat masuk sekolah. Saya masuk siang,” katanya.

Bersama 15 kawan satu sekolahannya, Fajar berangkat bersama naik Kereta Rel Listrik (KRL) dari Stasiun Citayam dan turun di Stasiun Depok Baru. Sesampainya di Stadebar, mereka berjalan bergerombolan menuju pemberhentian mobil angkot D 03 jurusan Depok-Parung.

“Ternyata anak-anak sekolah SMK Panmas [Pancoran Mas] udah pada nungguin di ujung, di bawah kolong Fly Over ARH. Mereka sekitar 15-an orang juga. Hampir sama banyak ama kita. Tapi mereka udah pada ngegelar gir, siap untuk nyerang,” tuturnya.

Benar saja. Tawuran-pun tak terhindarkan. Dua kelompok pelajar itu saling serang mirip-mirip adegan laga perang di film-film kolosal. Kelompok siswa SMK Baskara kewalahan dan berusaha mundur.

“Waktu mau lari itu saya terjatuh. Kaki saya kena lilit gir. Saya dikerubuti, tapi saya terus melindungi kepala dan sempat kabur juga sih,” kenangnya menceritakan.

Seketika itu juga, warga sekitar Stadebar marah melihat aksi dan mengejar siswa yang tawuran.

“Semuanya pada kabur tuh. Teman-teman saya, kaburnya depanan. Disusul sama anak-anak Panmas. Waktu kabur saya kena sabet lagi sama anak Panmas hingga terjatuh. Dan orang kampung terus ngejar. Saya ketinggalan. Lalu dibawa ke kantor polisi,” paparnya.

Fajar, dijemput ayahnya yang berseragam tentara di Mapolsek Beji untuk mengobati luka yang dialaminya. Rupanya dari rumah Fajar berangkat ke sekolah mengunakan sepeda motor. Tapi motornya ditinggal di Stasiun Citayam dan dia berangkat bersama-sama kawanya naik kereta.

“Motormu mana? kan dikasih motor biar pulang pergi sekolah bisa langsung, tanpa harus nongkrong-nongkrong dulu…,” gumam Si ayah penuh kasih sayang. “Di tinggal di Stasiun Citayam pak…,” jawab Fajar tertunduk lesu.(wen)
online berita: Pelajar tawuran di kolong fly over ARH