Print
Opini
Revolusi TI ala Mr Gates
12-Mei-2008 13:0:28
Internet merupakan media yang ampuh untuk mengangkat harkat dan martabat manusia. Dengan Internet, seluruh PC di dunia menjadi terhubung dalam satu jaringan.
Internet mampu mendorong berkembangnya kegiatan penelitian, mulai dari penelitian di bidang genetika, teknologi kedokteran, pertanian, dan tentu saja untuk mendukung kegiatan pendidikan. Mendengarkan tokoh-tokoh besar berbicara memang sering memberikan inspirasi dan pencerahan bagi banyak orang. Begitu juga dengan presentasi Bill Gates, Chairman Microsoft Corp., saat bertandang ke Jakarta pekan lalu.

Sebelum bos Microsoft itu berpidato, Presiden SBY melemparkan tiga isu besar yang terkait dengan globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, topik bahasan yang harus dijawab Gates dalam presentasinya.

Pertama, ke mana dunia akan berubah. Dengan perkembangan TI, dunia menjadi kecil. Bumi yang dihuni manusia juga menjadi lebih panas dan sempit. Dunia semakin terkoneksi dan saling tergantung satu dengan lainnya. Dan, seperti kata Thomas L. Friedman, bumi ternyata tidak lagi bulat, tetapi datar.

Kedua, bagaimana memanfaatkan TI untuk menyelesaikan masalah dunia, seperti kemiskinan, perubahan iklim, kekerasan, konflik antarbangsa, hingga mengatasi kesalahan penanganan bencana alam. Saat ini pemanfaatan TI masih berada di puncak gunung es, sebatas pada penggunaan e-mail, chatting, atau game. Masih sangat banyak lagi yang belum dielaborasi.

Ketiga, bagaimana TI dapat dimanfaatkan untuk menyelamatkan manusia di bumi, bukan malah untuk memusnahkan kehidupan.

Gates memulai presentasinya dengan menggambarkan bagaimana revolusi teknologi informasi dan komputer bergerak begitu cepat. Harga komputer kini telah jauh lebih murah. Dibandingkan dengan 10 tahun lalu, komputer saat ini 40 kali lebih ‘powerful’.

Benefit yang ditawarkan komputer pun kini telah menjadi jauh lebih besar dan dipakai secara luas untuk mendukung berbagai bidang kehidupan, termasuk untuk pengacara, dokter, insinyur, kegiatan bisnis, hingga untuk keperluan pemerintah.

Dengan teknologi Internet, seluruh PC di dunia menjadi terhubung dalam satu jaringan. Menurut Gates, temuan ini tentu saja akan mendorong berkembangnya kegiatan penelitian, mulai dari penelitian di bidang genetika, teknologi kedokteran, pertanian, dan tentu saja untuk mendukung kegiatan pendidikan. Anak-anak kecil pun jadi dapat dengan mudah menjelajahi alam semesta, melihat bentuk nebula dengan jelas.

Bagaimana peluang Indonesia untuk maju dengan memanfaatkan TI?

Gates menyodorkan langsung bukti hidup. Empat mahasiswa ITB, yang tergabung dalam Tim Aksara diajak mempresentasikan inovasinya di depan audiens. Mereka adalah Desi Hidayati, M. Octamarullah, Budiono, dan Riza Ramadan.

Saat ini Microsoft telah mengembangkan Microsoft Innovation Center di empat kampus, yaitu ITB, UI, UGM, dan ITS. Microsoft juga berencana untuk menambah satu Innovation Center dengan merangkul Universitas Pelita Harapan

Wajah Presiden pun tampak sumringah dengan kehadiran empat mahasiswa kreatif tersebut. Indonesia ternyata tidak kekurangan anak muda berbakat.

Ketika berkunjung ke markas Microsoft di Redmond, Washington DC, 2005 lalu, SBY terkagum-kagum begitu mengetahui kalau ternyata banyak anak muda asal Indonesia yang bekerja di sana, dengan gaji yang sangat menjanjikan. Pekan lalu, SBY menitip ‘pesan’ pada Gates, “Tolong ingatkan mereka supaya jangan lupa kembali ke Indonesia.”

Manfaat bagi Indonesia

Kabar mengenai kedatangan Gates ke Indonesia sudah berembus sejak awal bulan ini. Microsot Indonesia berupaya agar dalam Government Leadership Forum, acara tahunan dengan skala Asia Pasifik yang menjadwalkan Gates sebagai pembicara, digelar di Indonesia. Sebelumnya perhelatan ini juga telah berlangsung di China dan India.

Indonesia tak sendiri. Lima negara Asia lainnya, termasuk Malaysia dan Vietnam, juga melobi agar dapat menjadi tuan rumah dari acara tersebut.

Akhir bulan lalu, kepastian tentang rencana kedatangan pria kelahiran 28 Oktober 1955 ini meluncur dari mulut Menteri Komunikasi dan Informatika M. Nuh. Di sela-sela rapat dengan Komisi I DPR RI, Nuh memastikan bahwa Gates akan menyambangi Indonesia. Kedatangan Gates akan memberikan sinyal positif bagi iklim investasi di Tanah Air.

“Ibaratnya ada orang bertamu di rumah sampeyan, itu kan berarti tamu tadi menganggap rumah Anda aman makanya tamu itu mau berkunjung.”

Komentar senada juga datang dari M.S Hidayat, Ketua Kamar Dagang dan Industri. “Kehadiran Gates merupakan momentum penting. Ini juga sejalan dengan upaya Kadin untuk mengembangkan partisipasi pelaku industri telematika di Indonesia,” ujar Hidayat.

Di tengah masih banyaknya kendala yang menghambat laju industri TI, kedatangan Gates dapat menjadi inspirasi bagi sektor swasta dan pemerintah untuk segera menyelesaikan beragam pekerjaan rumah.

Penyediaan infrastruktur, yang menjadi syarat utama untuk menggerakkan beragam aktivitas, mulai dari bisnis sampai edukasi, misalnya. Kesadaran untuk melindungi hak cipta dan penggunaan perangkat lunak yang legal menjadi sasaran lain yang tidak boleh diabaikan. Komitmen pemerintah untuk memperkecil kesenjangan digital, seperti yang diungkapkan dalam pertemuan dengan Gates, juga wajib dituntaskan.




. Penulis adalah wartawan Jaringan Berita Bisnis Indonesia
online berita: Revolusi TI ala Mr Gates