Print
Olahraga
BWF revisi jadwal, Belanda ajukan protes
9-Mei-2008 12:44:22
Jakarta, MONDE: Ancaman tim Indonesia untuk mundur dari Piala Thomas-Uber akhirnya batal setelah federasi bulutangkis dunia, BWF, menyatakan jadwal tanding tim Uber Merah-Putih dipastikan berubah.
Namun, perubahan ini merugikan tim Belanda yang akhirnya mengajukan protes.
Sebelumnya dalam jadwal pertandingan yang dikeluarkan BWF, tim Uber Indonesia dijadwalkan bertanding dua kali dalam sehari pada babak grup.
Agenda tersebut dianggap sangat merugikan Indonesia, mengingat hanya Maria Kristin dkk yang harus mengalami double match di hari yang sama.
Ancaman boikot pun sempat dikeluarkan melalui mulut Kabid. Luar Negeri G. Sulistyanto. Ia menyatakan ketidakpuasannya terhadap jadwal bikinan BWF yang dianggap kurang menguntungkan Indonesia sebagai tuan rumah.
Namun, BWF menyetujui keinginan Indonesia. Federasi bulutangkis dunia itu menyatakan akan mengubah jadwal bagi tim Uber Indonesia. Bahkan G. Sulistyanto pun menyatakan bahwa jadwal baru tersebut diyakini tidak akan merugikan Merah-Putih.
Pada jadwal baru, tim Uber Indonesia akan berlaga Minggu (11/5/2008) melawan Jepang pada pukul 13.00 dan Belanda pada Senin (12/5/2008) pukul 08.00.
Belanda protes
Perubahan jadwal ini ternyata merugikan Tim Uber Belanda yang langsung protes. Bahkan tim Negeri Kincir Angin menyebut BWF tidak profesional dalam menjalankan turnamen kali ini.
Perubahan tersebut berkaitan dengan diubahnya jadwal tanding tim Indonesia. Perubahan tersebut menyebabkan tim Uber Belanda terpaksa bertanding dua kali dalam sehari menggantikan Indonesia.
Keputusan tersebut pun disebut pelatih tim Uber Belanda Martijn van Doormalen sebagai sebuah kekonyolan.
“Keputusan BWF untuk mengubah jadwal itu ridiculous, konyol. Ini menunjukkan BWF tidak profesional,” tandasnya.
“Mereka tidak menganggap serius penyelenggaraan turnamen ini. Selain itu mereka tidak menunjukkan mereka hormat terhadap tim peserta. Karena kalau tidak Belanda, ya Indonesia yang akan bermain dua kali sehari,” lanjut Van Doormalen.
Bagi Belanda perubahan jadwal ini sangat mendadak. Mereka baru diberitahu ketika tiba di Indonesia hari ini. “Kami baru tiba di Hotel pukul 8 30. Tiba-tiba ada orang BWF yang bilang jadwal kami diubah. Kami mau protes tapi wasit belum datang,” ungkapnya.
“Kami baru terima jadwal (lama) 1 minggu lalu. Padahal tim-tim lolos kualifikasi dua-tiga bulan lalu. Seharusnya jadwal bisa disusun sejak lama,” tukasnya.
Meski tidak diuntungkan oleh jadwal, tim Belanda optimistis bisa berbicara banyak dalam turnamen kali ini. Apalagi mereka merupakan runner up Piala Uber dua tahun lalu. Ketika itu mereka ditundukkan China di partai final.
“Ya, kami tidak meragetkan apa pun tapi kami akan melihat dari partai ke partai. Kami optimsitis bisa mengalahkan Indonesia. Jangankan Indonesia, China saja kami lawan,” pungkasnya.
online berita: BWF revisi jadwal, Belanda ajukan protes