![]() | |
Print | |
| Kabar Jiran | |
| Mahasiswa menyegel SPBU | |
| 10-Mei-2008 13:48:27 | |
| CIREBON, MONDE: Puluhan mahasiswa Cirebon menggelar demo menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan cara menyegel sebuah SPBU di Kota Cirebon. | |
| Mahasiswa tersebut tergabung dalam Barisan Aksi Solidaritas Mahasiswa Indonesia (BASMI), Front Aksi Mahasiswa (FAM) Universitas Muhamadiyah Cirebon, dan Himpunan Aksi Mahasiswa (HAM) Sekolah Tinggi Agama Islam Nasional (STAIN), Sebelumnnya mereka melakukan orasi di depan Sekretariat Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kota Cirebon, di Jalan Dipenogoro. Setelah itu mereka bergerak menuju SPBU yang ada di depan Sekretariat Hiswana Migas lalu merentangkan tali rafia. Tidak itu saja, para mahasiswa pun menempelkan beberapa helai kertas yang bertuliskan “Disegel Warga”, akibatnya aksi itu sempat mengganggu kelancaran pengisian BBM bagi konsumen. Sejumlah kendaraan, baik sepeda motor, mobil, maupun truk, yang hendak masuk ke SPBU akhirnya mengurungkan niatnya. Dalam tuntutannya, para mahasiswa menolak rencana kenaikan haga BBM karena hanya membuat sengsara rakyat kecil dan tidak sebanding dengan rencana Pemerintah memberikan bantuan tunai langsung. Mahasiswa juga meminta agar pemerintah secara serius mengendalikan harga sembako yang sudah naik lebih dulu sebagai BBM naik. “Baru pengumuman saja sudah memicu melonjaknya harga jual berbagai kebutuhan termasuk sembako,” kata Korlap Aksi, Sudirman. Ia juga meminta Pemerintah mengambil kebijakan untuk menunda pembayaran hutang kepada negara donor demi menyelamatkan perekonomian Indonesia. Guna mengantisipasi terjadinya aksi anarkis, aparat keamanan, yang terdiri atas jajaran Polres Kota Cirebon dan Satpol PP Kota Cirebon, terlihat berjaga-jaga dan meminta masa membubarkan diri dari SPBU. Setelah sekitar 30 menit menduduki SPBU akhirnya sekitar pukul 11.10 WIB, pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib. Nelayan terpuruk Sementara dari Sukabumi dilaporkan, rencana pemerintah menaikkan BBM akan berdampak terhadap turunnya panghasilan nelayan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. “Kenaikan harga BBM sangat jelas berdampak terhadap para nelayan. Biaya operasional nelayan lebih besar ketimbang penghasilan nelayan,” kata Musa Mashar, pemilik perahu rumpon Pelabuhanratu seperti dikutip Antara. Selain membengkaknya biaya operasional, menurut Musa, kehidupan nelayan juga semakin sulit akibat melambungnya harga bahan pokok akhir-akhir ini. Musa yang memiliki dua perahu rumpon seberat 6 GT, mengumpamakan, bila saat ini biaya operasional untuk sekali melaut saja sebesar Rp3 juta untuk 300 liter solar, sementara hasil jual tangkapan ikan sebesar Rp6 juta, maka hasil pembagian kepada para nelayan relatif besar. Namun, lanjut dia, bila harga BBM naik dan biaya operasional untuk sekali melaut mencapai Rp4,5 juta, sementara hasil jual tangkapan ikan tidak berubah, maka hasil pendapatan nelayan semakin berkurang. | |
| online berita: Mahasiswa menyegel SPBU | |