![]() | |
Print | |
| Edukasi | |
| Hobi membaca antarkan jadi juara | |
| 8-Mei-2008 13:34:44 | |
| Menyisihkan dua puluh siswa dari sekolah lain dalam ajang pemilihan siswa berprestasi pelajar SMP se Kota Depok yang digelar 2 April lalu, bukanlah sesuatu yang gampang. Namun bukan pula menjadi semacam beban berat bagi siswa yang mengusai segudang kecakapan ini. | |
| Juara I Olimpiade IPA tingkat SD, peserta siswa teladan tingkat SD dan juara quiz-net tingkat SMP, hanya merupakan segelintir dari prestasi yang pernah diraihnya. Itulah Pradivo Luigi Akbar, siswa kelas VIII SMP Cakra Buana. Ia berhasil melesat dan tampil sebagai juara dalam ajang siswa berprestasi tingkat Kota Depok. Keberhasilan Divo, begitu ia akrab dipanggil kawan-kawannya, memang sudah terbaca oleh guru-guru yang menunjuk dia mewakili sekolah. Sejak semula para guru sepakat memilih Divo. Keyakinan bahwa Divo mampu meraih juara dan membawa harum nama sekolah sudah terpegang erat. Dan ternyata, apa yang mereka baca dari sosok Divo memang tepat. “Divo merupakan orang yang tepat. Selain dia unggul dalam bidang akademik, ia pun memiliki kecakapan lain seperti membuat puisi, memainkan alat musik, bahkan menari ia juga bisa,” papar Adi Ismanto, guru Sekolah Cakra Buana mengawali ceritanya tentang pemilihan Divo sebagai wakil dari sekolah tersebut. Divo tergolong anak yang supel di sekolah. Ia tak hanya pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan, namun juga pandai dalam bergaul. Sesama temannya ia dikenal ramah, dan sopan kepada guru. “Anak itu memang cerdas, ia unggul di matematika dan serba bisa. Pokoknya kompletlah. Sebagai anak dari golongan ekonomi mampu, ia tetap sederhana. Tidak neko-neko dan selalu rapi,” lanjutnya seraya mengatakan, ia dan rekan-rekannya siap untuk terus memberikan motivasi pada anak didiknya tersebut. Lantas, apa sebenarnya rahasia putra pasangan Ir Ugik Sugianto dan Dra Dewi Titi Widyastuti ini mengenai keberhasilannya? “Persiapan sebelum maju seleksi biasa saja. Mungkin lebih mendalami materi,” jawab anak yang doyan makan nasi goreng ini lugas. Singkatnya, tak ada yang istimewa dalam persiapannya menghadapi kompetisi tingkat kota tersebut. Bukan hal yang membingungkan, sebab siswa yang satu ini memang memiliki hobi membaca buku. Mungkin hobi itulah yang membuatnya tak mengalami kendala saat menjalani tahapan tes seleksi. “Tes saya jalani begitu saja. Tidak ada kendala yang berarti dan mengalir begitu saja,”ucapnya Divo mantap. Selain tes akademik, berupa tes tertulis yang berhasil dirampungkannya tanpa kendala, tes keterampilan dan kreasi seni juga dijalaninya tanpa hambatan. “Kreasi seninya saya menampilkan puisi. Saya memang seneng sastra dan nulis puisi. Bakat itu mungkin saya dapat dari ibu saya yang memang orang sastra,” ujar siswa kelahiran 3 Desember 1993 ini melanjutkan cerritanya. Selain puisi, siswa yang hobi bermain bola basket ini juga menampilkan kemampuannya dalam tarian daerah. Meski diakuinya untuk menari ia harus belajar lebih ekstra lagi. Dari prestasi ini, pada peringatan Hardiknas di Balaikota Depok, 2 Mei lalu, Divo secara langsung menerima piagam penghargaan atas prestasinya dari Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail bersama beberapa siswa berprestasi yang lain.(Novita Adi Wibawanti) | |
| online berita: Hobi membaca antarkan jadi juara | |