![]() | |
Print | |
| Berita Utama | |
| Pemuda Bojong Gede bunuh kakak ipar | |
| 10-Okt-2008 07:15:56 | |
| BOJONG GEDE, MONDE: Seorang pemuda di Bojong Gede, Depok tega membunuh kakak iparnya sendiri pada hari kedua Lebaran Idul Fitri yang lalu dan mengubur jasad korban di belakang rumahnya. | |
| Beberapa saat kemudian, pelaku menyerahkan diri ke Mapolsek Bojong Gede. Dia mengaku membunuh kakak iparnya lantaran tidak terima kakak kandungnya sering dipukuli. Baru saja bermaaf-maafan di hari yang fitri, Kamis (2/10) sekitar pukul 01.30 dinihari, Irfan Wahyu, menghujani Rahmat Sasmita dengan kapak saat tertidur lelap hingga menghembuskan nafas terakhir. Rahmat Sasmita adalah suami Erni, kakak kandung Irfan. Setelah Rahmat tewas, malam itu juga, pelaku menguburkan jasad korban di belakang rumahnya di Kampung Duri RT 02/04 Bojong Gede. Rumah itu milik keluarga Erni. Setelah melakukan aksinya, pelaku yang tidak punya pekerjaan tetap itu, ke Jakarta mendatangi saudara sepupunya. Saudaranya itu anggota Mabes Polri dengan pangkat Kompol. Irfan menceritakan semua hal yang baru saja dilakukannya kepada saudara sepupunya itu. Setelah mendapatkan sedikit banyak pengarahan, Irfan bersedia menyerahkan diri. Si Kompol itu langsung yang mengantar Irfan ke Mapolsek Bojong Gede untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Pelaku diantar oleh saudara sepupunya dari Mabes Polri ke Mapolsek Bojong Gede sekitar pukul 19.00 di hari kejadian,” kata Kapolsek Bojong Gede AKP Suharto, kepada Monde, kemarin. Tes kejiwaan Polisi juga telah melakukan tes psikologi terhadap Irfan untuk mengetahui apakah Irfan punya gangguan kejiwaan atau tidak. “Ternyata tidak. Hasilnya normal,” kata Kapolsek. Kepada polisi Irfan mengaku membunuh Rahmat karena kesal dan kehabisan kesabaran. Menurut dia, kakak iparnya itu suka main tangan memukul istrinya bila ada masalah keluarga. Berdasarkan penuturannya aksinya itu dilakukan secara spontanitas. “Saya tidak tega melihat kakak saya dipukulin terus ama suaminya. Suaminya kasar. Makanya spontan saya melakukan perbuatan itu,” akunya kepada polisi. Polisi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Irfan menceritakan apa yang dilakukannya malam itu. Dia juga memberitahu lokasi kakak iparnya dikubur. Police line atau garis pembatas polisi berwarna kuning-pun terpampang di halaman belakang rumah keluarga Erni. Polisi melakukan penggalian. Alhasil, mayat laki-laki berusia 38 tahun itu ditemukan dalam kondisi cukup mengenaskan. Rabu (8/10), jasad Rahmat dikuburkan setelah sebelumnya diotopsi Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (RS PMI) Bogor. Suasana pemakaman cukup haru. Air mata-pun berderaian. Tak terkecuali Angga, anak korban. Bocah kecil itu tak henti-hentinya menangis. Irfan masih ditahan di ruang tahanan Polsek Bojong Gede. Kapolsek Bojong Gede, AKP Soeharto, mengatakan tersangka dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Ancaman hukumannnya 15 tahun penjara. “Dari hasil olah TKP dan berdasarkan pengakuan dari tersangka, pembunuhan itu dilakukan secara spontanitas saja. Tidak terencana,” katanya. Tersangka baru pertamakali ini berurusan dengan polisi. Dia tidak punya catatan kriminal sebelumnya.(wen) | |
| online berita: Pemuda Bojong Gede bunuh kakak ipar | |