Print
Berita Utama
Gedung Dewan jadi ‘rumah setan’
30-Mei-2008 12:49:55
KOTA KEMBANG, MONDE: Sungguh besar dampak pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN. Salah satu akibatnya, aktivitas di tempat para wakil rakyat berkantor pun terganggu.
Bahkan untuk mengambil air wudhu, sejumlah staf Fraksi dan staf Sekretariat Dewan (Setwan) harus menggunakan air seadanya.

“Udah kayak gedung mati aja,” kata Staf Fraksi Partai Demokrat, Roy Citra, kemarin.

Roy mengaku kewalahan menjalankan tupoksinya (tugas, pokok dan fungsi). Sebagai staf Fraksi dia dituntut menjadi penyambung administrasi antara anggota Fraksi dengan seluruh konstituen Partai Demokrat.

“Baik dari pengurus DPP, DPW sampai ke tingkat PAC, saat ada keperluan dengan fraksi, mayoritas memakai fax atau e-mail. Sementara ini, jadi terputus gara-gara pemadaman listrik,” ujarnya.

Sebelumnya diketahui krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) dituding menjadi penyebab pemadaman listrik yang terjadi secara bergilir di wilayah Jawa-Bali, termasuk di Depok. Menurut pihak PLN APJ Depok, pemadaman ini diperkirakan akan terjadi hingga akhir pekan ini.

Sejumlah aspirasi warga yang domisilinya jauh dari Kota Kembang, biasanya lancar melalui jasa internet.

“Namun saat ini hal itu jadi tertunda. Termasuk sejumlah kepentingan partai jadi terganggu karena koordinasi tidak lancar,” kata Roy.

Sekretaris FPD itu juga menyatakan prihatin dengan rekan kantornya dari staf Setwan. Keberadaan ruang staf Setwan di lantai dasar membuat hawa menjadi semakin panas dan cenderung sumpek.

“Kasihan mereka, mau pulang cepat-cepat takut di salahin. Mau tetap di kantor malah bikin bete,” kata Roy.

Dia menambahkan, tanpa ada penerangan di kantor wakil rakyat suasana menjadi mencekam.

“Apalagi di tangga naik ke lantai utama, sangat gelap dan cukup membuat merinding,” ucap Roy.

Dia juga melihat, akibat situasi ini mengakibatkan semangat dari para penghuni gedung dewan itu turun drastis.

“Bawaannya ngantuk terus. Ah seandainya ada genset dianggarkan untuk gedung dewan,” khayal Roy.

Sedangkan dari staf Fraksi PKS, Endang Farisie juga mengatakan kewalahan dalam menjalankan tupoksinya.

“Paling saya mengakalinya dengan cepat-cepat datang. Dalam 4 hari ini saya perhatikan listrik dipadamkan sekitar pukul 09.00, makanya saya mencoba datang sebelum jam itu dan buru-buru mengerjakan tugas,” ujarnya.

Namun yang membuat Endang prihatin adalah dampak pemadaman listrik sejalan dengan matinya air di gedung DPRD itu.

“Saya terpaksa ngambil [air] wudhu` dengan dua gelas air mineral. Allahuakbar,” ucapnya.

Endang juga mengaku kebingungan karena rutinitasnya selama ini terjadwal rapi. Dengan pemadaman listrik tanpa pemberitahuan dari PLN ini, dia mengaku sedikit kagok akan melakukan kegiatan apa.

Minta maaf

Sementara itu, PT PLN meminta maaf atas terjadinya pemadaman bergilir di kawasan Jawa Barat dan Banten belakangan ini.

Manager Bidang Komunikasi Hukum dan Administrasi PLN Jabar-Banten, Sumarsono mengatakan PLN distribusi Jabar-Banten tengah mengalami defisit daya sehingga pihaknya harus melakukan pemadaman pada beberapa daerah di Jabar dan Banten.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat terganggunya pelayanan beberapa hari ini. Kejadian ini bukanlah keinginan kami tetapi disebabkan oleh beberapa faktor,” ujar Sumarsono.

“Defisit tersebut disebabkan beberapa hal diataranya kurang optimalnya pasokan tenaga listrik daru PLTGU Muara Tawar, Tambak Lorok dan Grati. Sedangkan pemakaian listrik saat ini semakin bertambah,” tandasnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada pelanggan industri agar mengalihkan pasokan listriknya dari PLN ke captive power (pembangkit sendiri). Karena, dirinya menilai bahwa penggunaan paling banyak dilakukan oleh pelanggan industri.

“Kami juga meminta kepada para pelanggan agar terus menghemat pemakaian listrik dengan memangkas pemakaian sebesar 50 watt atau setara mematikan dua lampu berukuran 25 watt,” katanya.

Pihaknya mengaku tidak bisa memprediksi hingga kapan pemadaman bergilir ini terjadi. Pasalnya, selama pasokan listrik masih kurang, pemadaman bergilir akan tetap terjadi.

“Kami melakukan tindakan persuasif kepada para pelanggan dalam menyikapi masalah ini. Namun kalau ada pihak yang ingin melakukan somasi kepada kami silakan karena itu hak mereka,” ujarnya.(mr)
online berita: Gedung Dewan jadi ‘rumah setan’