Print
Berita Utama
Heroin beredar di danau UI
17-Mei-2008 12:35:1
DEPOK, MONDE: Tenangnya air di danau Universitas Indonesia (UI) ternyata menggoda pengedar narkoba untuk bertransaksi, buktinya empat pengedar barang haram di kawasan itu berhasil dibekuk aparat kepolisian Jakarta Selatan.
Peredaran narkoba tidak hanya dilakukan di kafe, diskotik ataupun di hotel saja, danau di Kampus UI, Depok, Jawa Barat juga menjadi pilihan untuk bertransaksi barang haram tersebut.

Rohili (29) ditangkap pihak kepolisian saat menanti pembeli di danau UI, Depok. Di tangannya disita barang bukti 4 gram heroin.

“Tempatnya tidak mencurigakan, bisa dikira mahasiswa,” ujar salah seorang pengedar heroin, Rohili (29) di Mapolres Jakarta Selatan, Jl Wijaya II, Jakarta, kemarin seperti dikutip detik.com.

Kasat Narkoba Jakarta Selatan Kompol Sutrisno menyatakan Rohili sudah sering menjual heroin di danau UI Depok.

Sutrisno menuturkan, tidak tertutup kemungkinan para pembeli heroin Rohili adalah mahasiswa UI Depok.

Rohili tidak sendirian. Tiga teman Rohili yakni Efendi (22), Zainal (46), dan Torik (35) juga menjual heroin di danau UI Depok. Namun Efendi, Zainal dan Torik ditangkap di tempat berbeda.

Efendi tertangkap di ITC Depok, dengan barang bukti 7 gram heroin. Torik tertangkap di rumahnya di Ragunan dengan barang bukti 184,4 gram heroin dan Zainal yang ditangkap di Jl Pasar Minggu dengan barang bukti 0,7 gram heroin.

“Satu gram heroin dijual Rp 550.000,” ujar Rohili yang tangannya bertato naga ini.

Menurut keterangan para tersangka, semua barang distok oleh Efendi yang didapati dari PA dan GO. Keduanya kini masih buron.

“Lumayan buat nambah-nambah. Sehari-hari jadi sopir angkot. Satu gramnya diupah Rp50.000-Rp100.000,” ujar tersangka lainnya, Efendi yang berkepala plontos.

Menurut Kasat narkoba Jakarta Selatan Kompol Sutrisno, pihaknya masih mengejar terus PA dan GO. Keduanya merupakan penguasa heroin di Jakarta Selatan.

“Untuk PA, identitas sudah kita kantongi, untuk GO susah dilacak karena tempat tinggal tidak menetap,” pungkas Sutrisno.

Secara terpisah Kapolres Depok, Kombes Imam Pramukarno membenarkan adanya kejadian itu.

Para pelaku yang ditangkap sebelumnya telah melakukan transaksi haram itu di Jakarta Selatan, sehingga yang bersangkutan telah menjadi target operasi kepolisian Jakarta Selatan. Hanya saja kebetulan tertangkapnya di kawasan Depok.

“Para pelaku tidak ditangani oleh Polres Depok lantaran, sebelumnya dia punya kasus dan menjadi Target Operasi (TO) Polres Jakarta Selatan,” kepada Monde, kemarin.

Menurut Imam sebelum pihak kepolisian Jakarta Selatan melakukan penangkapan sudah ada koordinasi terlebih dahulu dengan Polres Depok. “Di hari H sebelum melakukan penangkapan, mereka melakukan koordinasi dan pihak kita membantu berjaga-jaga melakukan pengintaian,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UI, Gumilar Rusliwa Somantri, belum bias memberikan keterangan apa-apa perihal transaksi narkoba di danau UI tersebut. “Maaf saya lagi ada acara,” katanya singkat seraya menutup telepon selulernya.

Kepala Bidang Penegak Hukum Badan Narkotika Kota Depok Mulyatno mengatakan ruang-ruang publik yang jauh dari pantauan aparat kepolisian memang kerap dijadikan tempat transaksi narkoba.

“Berdasarkan pantauan kami, di UI itu memang ada peredaran narkoba. Bahkan tidak hanya mahasiswa, orang luar UI juga bermain disana. Untuk mempersempit atau bahkan meniadakan praktek serupa ini, pihak keamanan UI harus meningkatkan pengawasan,” katanya.

Dia menjelaskan peristiwa penangkapan pelaku pengedar narkoba harusnya menjadi pelajaran penting bagi Kota Depok, mengingat sejumlah tempat strategis seperti ITC juga menjadi primadona bagi pengedar narkoba untuk bertransaksi. “Tentunya ada yang harus dibenahi.”

Menurut dia, di Detos sudah pernah ada pembinaan bagi para satpamnya oleh pihak Polres Depok guna mendeteksi ciri-ciri pengedar narkoba sehingga aktivitas terlarang tersebut bisa dicegah sejak dini.

“Kedepannya para satpam di pusat-pusat perbelanjaan di Kota Depok harus mendapatkan pembinaan serupa agar praktek transaksi narkoba di kota ini bisa dicegah,” tuturnya.(wen)
online berita: Heroin beredar di danau UI