![]() | |
Print | |
| Berita Utama | |
| Dua SD di Limo bakal digusur | |
| 17-Mei-2008 12:34:22 | |
| LIMO, MONDE: Rencana pelebaran Jalan Parung Bingung-Cinere serta pembangunan tol Cinere Jagorawi (Cijago) akan menggusur dua sekolah dasar di Limo, yakni SD ini adalah SDN Cinere 1 dan SDN Limo 1. | |
| Jumlah siswa di dua sekolah dasar ini lebih dari 1.000 siswa dimana siswa SDN Limo 1 berjumlah 572 dan SDN Cinere 1 sekitar 700-an. Pihak sekolah sendiri menginginkan agar relokasi dilakukan secepatnya terutama untuk SDN Limo 1. “Kami memang sangat menginginkan agar sekolah kami direlokasi secepatnya karena kondisi saat ini sudah tidak memungkinkan,” ujar Ajid, Kepala Sekolah SDN Limo 1 kepada Monde kemarin. Setidaknya siswa di SDN Limo 1 berjumlah 572 siswa terbagi menjadi beberapa kelas. Ajid bercerita lahan yang terbatas membuat para siswa tidak dapat mengikuti upacara secara keseluruhan. Jika upacara hanya sebagian siswa yang bisa mengikuti karena luas tempat upacara yang sangat terbatas. Di sisi lain lokasi sekolah yang berada tepat di pinggir jalan dan belokan menjadi rawan bagi para siswa. Jika memang terjadi relokasi Ajid menginginkan lokasi tidak jauh dari lokasi semula. “Ya kalau bisa lokasinya dekat dengan SMAN 6 dimana lokasinya masih strategis karena berada di pinggir jalan,” kata Ajid. SDN Limo 1 sebagai percontohan harus berada di lokasi yang representatif. Pihak sekolah akan siap kapan pun akan dilakukan relokasi. Kasi Dikbud Limo Zaenudin juga mengharapkan sebelum program pelebaran jalan serta pembangunan tol dilaksanakan sudah ada lahan untuk merelokasi kedua sekolah ini. “Keberadaan SDN Cinere 1 akan terkena dampak pelebaran Jalan Jalan Parung Bingung-Cinere,” kata Zenudin kepada Monde kemarin. Untuk SDN Cinere 1 ini memang ada beberapa alternatif yaitu dengan cara relokasi atau dijadikan bangunan lantai dua. Kalau memang akan dilakukan relokasi maka harus dalakukan jauh-jauh hari agar tidak mengganggu proses belajar siswa. Masalah ini menyangkut proses belajar siswa tidak bisa disamakan dengan melakukan relokasi tempat usaha. “Jika benar terjadi relokasi, kami menginginkan lokasi bangunan tidak jauh dari lokasi semula sehingga tidak mengganggu kenyaman siswa ketika menuju ke sekolah,” kata Zaenudin. Bahkan kalau bisa lokasi tidak sampai 1 km dari lokasi saat ini. Sebelum pembangunan dimulai, segala bentuk pelayanan kepada publik harus diprioritaskan. Jangan sampai proses relokasi dilakukan pada saat pelebaran atau pembangunan jalan tol dilakukan karena akan sangat berpengaruh terhadap proses belajar anak. Sedangkan SDN Limo 1 terancam terkena proyek pembangunan tol Cijago karena lokasi tersebut akan dijadikan keluar masuknya pintu tol sehingga harus direlokasi. Di sisi lain, lokasi SDN Limo 1 saat ini juga tidak nyaman karena berada tepat dipingir jalan dan mengancam keselamatan siswa. Camat Limo Yayan Arianto menambahkan sebenarnya pihak kecamatan telah menyiapkan lahan untuk SDN Limo 1 di lokasi eks HGB 8 yang masih dalam sengketa. “Juga menginginkan agar lokasi itu tidak jauh dari lokasi yang saat ini ada,” kata Yayan. Saat ini baru dilakukan inventarisasi lahan yang akan terkena tol Cijago dan yang jelas jika terjadi pelebaran jalan SDN Limo 1 ini pasti kena. Untuk SDN Cinere 1 belum terkena dampak pelebaran Jalan Parung Bingung-Cinere tahap pertama ini. Kemungkinan SDN Cinere 1 akan terkena dampak pelebaran tahun depan ketika memasuki tahap kedua. Yang jelas proses relokasi tetap dipikirkan jauh-jauh hari agar tidak mengganggu proses pelayanan kepada masyarakat terutama pendidikan siswa.(mas) | |
| online berita: Dua SD di Limo bakal digusur | |