![]() | |
Print | |
| Berita Utama | |
| Gas di Depok langka | |
| 14-Mei-2008 12:14:22 | |
| DEPOK RAYA, MONDE: Turunnya pasokan gas elpiji dari kilang Balongan sejak sebulan terakhir membuat kelangkaan di sejumlah agen dan tempat penjualan tabung gas di sekitar wilayah Depok. | |
| Menurut Ketua Hiswana Gas Depok Yahman Setiawan kelangkaan gas dikarenakan terbatasnya pasokan untuk pengisian gas, sehingga menyebabkan terhambatnya pasokan gas ke sejumlah agen dan berimbas kepada distribusi gas secara eceran. “Minimnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE-red) untuk wilayah Depok mengakibatkan pembatasan untuk pengisian elpiji dari agen-agen, bahkan banyak dari agen sampai menginapkan truk atau mobilnya untuk mengisi ulang gas tersebut,” tegasnya. Dia menjelaskan saat ini untuk wilayah Depok hanya terdapat satu SPBBE yaitu Giga Intrax di wilayah Cinangka, Sawangan. “Untuk saat ini kita cuma memilki satu stasiun pengisian, dan itupun pelanggannya tidak hanya di Depok tetapi ada yang dari Tangerang, Bogor, Jakarta, sehingga sering mengakibatkan penumpukan saat mengisi,” ujarnya. Yahman yang juga pemilik agen Raja Gas mengatakan sejak bulan Mei pasokan gas untuk wilayah Depok telah menurun bahkan sering terhambat dalam pendistribusiannya. “Idealnya dalam sehari di agen kita untuk pasokan gas bisa mencapai 3.000 tabung untuk ukutan 3 kg, tetapi sejak bulan Mei pasokan kita hanya sekitar 1.500, dan ini pun tidak mencukupi kebutuhan para pengecer yang datang,” tegasnya. Dia menambahkan saat ini untuk pengsisian gas di Giga Intrax yang biasanya untuk mobil ukuran pick up mencapai dua kali pengisian kini terkadang hanya satu kali putaran, bahkan terkadang sama sekali tidak didapatkan. “Untuk yang mobil ukuran pick up satu mobilnya bisa mencapai 225 tabung untuk satu kali putaran dan satu truk bisa mendaptakan 625 tabung, kini untuk sehari aja paling cuma dapat satu kali putaran, dan untuk mendapatkan angka 1500 tabung kini sampai menginapkan mobil kita disana,” keluhnya. Selain minimnya dan terbatasnya stasiun pengisisan salah satu kendala utama dikarenakan rusaknya kilang gas di daerah Balongan, Jawa Barat yang semakin mempersulit pasokan gas di wilayah Jabar termasuk Depok. “Udah SPBBE cuam satu, kilang gasnya rusak, ini yang memperparah minimnya gas di Depok, bahkan nantinya bukan hanya Depok bisa-bisa menjamur ke wilayah lain di Jawa Barat,” ucapnya. Hal yang sama dikemukakan Rosyid, salah satu satu karyawan Prima Vita Gas, agen gas besar di daerah Sawangan. Dia mengungkapkan pasokan di tempatnya telah terjadi penurunan, bahkan beberapa sub agen yang mengambil gas dari tempatnya harus rela menunggu sejak pagi hari bahkan ada yang sampai menginap. “Yah saya sebenarnya kasihan juga, tetapi mesti gimana lagi, kita juga dapat ngisinya juga terbatas, yah mau nggak mau mereka juga terkena imbasnya,” jelasnya. Adi, salah satu karyawan sub agen yang ditemui Monde mengatakan bila kelangkaan gas terjadi untuk seminggu kedepan, maka akan diperkirakan gas mengalami kenaikan harga. “Sekarang logikanya bila kita cuma dapat sedikit gas, tetapi jumlah permintaan banyak, mau nggak mau harga pasti kita naikan. Posisi kita juga serba salah, bila kita nggak naikan nantinya kita bisa bangkrut,” keluhnya. Sementara itu, menurut salah satu karyawan Giga Intrax yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan bahwa untuk sementara pasokan gas di Giga Intrax sedikit menurun akibat rusaknya kilang gas. “Memang pasokan gasnya sedikit menurun tetapi bisa mencukupi lah untuk wilayah Depok, walaupun beberapa truk harus rela menginap di Giga Intrax,” ucap sumber tersebut.(why/ap) | |
| online berita: Gas di Depok langka | |