![]() | |
Print | |
| Berita Utama | |
| Nanda ingin ketemu Walikota | |
| 14-Mei-2008 12:13:25 | |
| SAWANGAN, MONDE: Nanda Ristiani (12) bocah asal Sawangan kini masih hidup menderita. Sejak lahir dia hidup tanpa anus, walaupun telah mengalami operasi beberapa kali, tapi kondisi Nanda masih memperihatinkan. | |
| Akibat tidak ada biaya operasi, beberapa bulan sebelumnya gadis cilik itu menderita sakit pada usus dan lubang anusnya karena tidak ada selang penyambung dari usus ke rahim dan anus. Hal itu mengakibatkan terjadinya penyumbatan sehingga perutnya dari waktu ke waktu makin membesar. Menurut ibunda, Yana (34) dua minggu yang lalu dia telah mendapatkan bantuan dari sebuah yayasan di Jakarta untuk operasi pada saluran ususnya. “Alhamdullilah sejak operasi perutnya telah mengecil…,” tuturnya. Akan tetapi Nanda tetap tidak bisa melakukan pembuangan melalui anus melainkan lewat lubang di sekitar perutnya dengan dilekatkan kantong kolostomi sebagai tempat pembuangannya.. Nanda tertidur lemas akibat rasa sakit yang dideritanya hingga ia harus menahannya hari demi hari. Sangat mengenaskan. “Kondisinya masih lemas, kadang kalau malam ia masih sering kesakitan,” ucap Yana. Yana mengaku sangat terpukul melihat kondisi anaknya. Kini ia hanya bisa pasrah dan hanya mengandalkan bantuan dari para donatur yang ingin membantu anaknya. Nanda, yang tinggal tidak jauh dari RSUD yang beberapa waktu lalu diresmikan oleh Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail, kini merasa malu untuk melanjutkan sekolahnya di SDN 05 Sawangan sejak dua bulan terakhir. Dia malu untuk dicemooh oleh kawan-kawannya di sekolah karena perutnya yang kian membesar sebelum dioperasi. “Saya malu, takut kalau diledekin oleh teman-teman,” keluhnya. Nanda yang duduk di bangku kelas 6, bahkan tidak dapat mengikuti ujian sekolah karena keinginannya sendiri yang enggan untuk melanjutkan sekolah. Pihak sekolah sudah membujuk Nanda agar ingin melanjutkan sekolahnya. Bahkan pihak sekolah sudah berusaha mencegah Nanda saat dia berkeinginan untuk tidak melanjutkan sekolah. “Kita sudah melakukan berbagai cara, bahkan teman-temannya mendukung dia, tetapi ini sudah menjadi keputusannya Nanda, kami harap dia dapat secepatnya sembuh dan kita akan terima dia lagi untuk bersekolah,” kata Zarkasih Kepsek sekolah tersebut. Menurtut ibunya, Nanda membutuhkan operasi sekali lagi supaya dapat kembali normal. “Kata dokter dia butuh sekali lagi operasi supaya bisa normal, karena menurut dokter perlu dipasang saluran kolostomi ke lubang anusnya supaya bisa normal,” ungkapnya. Akan tetapi karena minimnya biaya maka untuk operasi tahap kedua masih menjadi tanda tanya besar. “Pihak yayasan hanya sanggup satu kali operasi, jadi untuk yang kedua kita masih bingung,” keluhnya. Dia mengharapkan adanya bantuan dari pihak pemkot terutama dari Walikota agar dapat membantunya berobat. “Mudah-mudahan aja Walikota mau membantu…namanya juga kita warganya,” harap Yana. Bahkan Nanda pun sempat berujar bahwa dia sangat ingin bertemu dengan Walikota untuk sekedar mengobrol dan bertatap muka. “Saya ingin sekali bertemu Bapak Walikota Depok….,” ucapnya dengan nada pelan. Penyakit yang diderita Nanda menurut Yana berawal saat dia lahir tanpa lubang anus sehingga diadakan operasi selama dua kali di RSPAD Gatot Subroto untuk membuat lubang anus dan selang penyambung ke bagian usus. Setelah beranjak besar maka perlu diadakan operasi lagi karena menurut dokter setelah umur 12 tahun Nanda perlu dipasang penyambung ke rahim dan anusnya yang lebih panjang lagi.(why) | |
| online berita: Nanda ingin ketemu Walikota | |