Print
Berita Utama
1.105 Karyawan jadi buruh kontrak
9-Mei-2008 12:42:40
CIMANGGIS, MONDE: Mengaku menghadapi kesulitan ekonomi yang semakin berat, PT Lucky Abadi, berencana menjadikan 1.105 dari total 1.349 karyawan tetapnya turun ‘kelas’ menjadi buruh kontrak.
Hal itu terungkap saat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Depok, M Ridwan, meminta klarifikasi terhadap perusahaan itu terkait isu yang selama ini beredar bahwa PT Lucky Abadi akan melakukan pemutusan hubungan kerja karyawan.
“Banyak faktor internal yang tak bisa kami kendalikan, yang akhirnya mempengaruhi kondisi perusahan kami,” tutur Factory Manager Saubi Sayoeti, SE kemarin.
Faktor-faktor tersebut, diantaranya meningkatnya harga bahan baku berupa kapas yang selama ini pengadaannya selalu mengandalkan impor. Tak hanya itu, tingginya harga minyak dunia pun memberikan kontribusi terhadap pengambilan kebijakan yang memang tak populer di mata para pekerja itu.
PT Lucky Abadi, menurut Saubi, telah melakukan beberapa kali rapat dengan anggota Serikat Pekerja Nasional (SPN). Dalam pertemuan itu menghasilkan 10 poin kesepakatan.
Namun terkait dengan isi kesepakatan itu, PT Lucky Abadi kurang terbuka.
Mereka hanya menegaskan, bahwa di poin ke-10 dalam kesepakatan itu terdapat pernyataan bahwa dengan bergesernya status karyawan itu tidak mengurangi hak para pekerja dibandingkan dengan status sebelumnya.
Meski beredar kabar kurang menyenangkan, operasional PT Lucky Abadi tak terpengaruh. Tidak ada tanda keresahan dan wajah murung dari para pekerja.
Menurut Subdiv Manager HRD YC Sumantra, tidak sedikit warga Tugu di sekitar pabrik yang mengantungkan nasib pada perusahaan yang berdiri tahun 1970-an itu.
Banyak di antara warga sekitar yang bekerja secara turun menurun di perusahaan itu.
Malah saat ini lumrah ditemukan, anak, bapak, ibu hingga menantu bekerja di perusahaan itu namun beda divisi.
Dengan tidak melakukan pemecatan karyawan, PT Lucky Abadi, mengaku masih memiliki itikad baik untuk terus mempertahankan kondisi pabrik dan menjaga roda perekonomian masyarakat.(ina)

online berita: 1.105 Karyawan jadi buruh kontrak